Berita

Ilustrasi Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Antara)

Publika

BUMN Indonesia Menyedihkan, Bagaimana Mau Setara Temasek?

RABU, 04 DESEMBER 2024 | 09:37 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

PIHAK yang bicara BUMN Indonesia akan disetarakan dengan BUMN internasional bukan saya. Menurutku Temasek hanya balon yang berisi angin karena yang mengatakan itu adalah pemerintah sendiri. Kalau memang bisa ok lah. Tapi harus bekerja keras, BUMN tidak boleh menjadi parasit bagi negara. Sebaliknya BUMN harus menolong negara.

Dulu janji BUMN Indonesia akan hebat datang dari reformasi 98, ketika UU BUMN dibuat agar BUMN Indonesia terpisah dari negara. Karyawannya tadinya memakai baju Korpri sekarang pakai baju biasa seragam masing-masing BUMN. Mengapa BUMN direformasi, katanya agar bisa berbisnis, bisa dapat untung, direksinya bisa dapat bonus, dan lain-lain.

Walau sepanjang reformasi BUMN Indonesia menyelamatkan diri dengan cara meminta penyertaan modal dari negara (PMN), atau mendapatkan privalage khusus yakni mendapatkan quota menjual barang-barang atau jasa yang ditugaskan oleh negara, lalu mereka mendapatkan revenue berupa subsidi dan kompensasi. Pasar BUMN captive, diciptakan oleh negara, ongkang-ongkang kaki uang pasti datang.


Tapi sekarang usahalah sedikit dalam membantu negara. Karena BUMN Indonesia ditinjau dari sudut manapun tidak mengalami kemajuan, perbaikan, perkembangan, pertumbuhan, kecuali di media-media yang berisikan siaran pers para pejabat BUMN atau kementerian yang membawahi BUMN.

Hanya satu yang bertambah dari BUMN Indonesia yakni utangnya. Utang BUMN bertambah secepat kereta cepat Jakarta-Bandung. Selain utang tidak ada yang nambah. Gaji, tunjangan direksi dan lain-lain sudah pasti nambah. Kalau ditanya, alasannya inflasi dan pelemahan nilai tukar. Jadi wajar gaji dan tunjangan naik. Tetapi yang lain tidak naik atau bahkan merosot ora masalah.

Mari kita lihat bagaimana merosotnya BUMN Indonesia. Tahun 2014, sepuluh tahun yang lalu laba bersih BUMN senilai Rp149 triliun yang diperoleh oleh 121 BUMN setelah disusutkan dari 141 BUMN pada tahun sebelumnya.

Apa yang terjadi delapan tahun kemudian yakni tahun 2022. Laba BUMN bukannya naik malah merosot. Laba BUMN hanya senilai Rp129,7 triliun. Turun 13,4 persen. Lah kok bisa? Bagaimana bisa perusahaan-perusahaan lain di Indonesia perusahaan swasta biasa, perusahaan yang tidak mendapat penyertaan modal oleh negara justru bisa naik labanya. Sementara BUMN untungnya dalam rupiah malah merosot sangat besar.

Tapi kegiatan menimbun utang telah menjadi kegiatan utama BUMN BUMN Indonesia. Utang BUMN sudah setara dengan utang  pemerintah Republik Indonesia. Keduanya berlomba-lomba menimbun utang. Utang BUMN sekarang telah mencapai Rp7857 triliun. Utang pemerintah Indonesia pada akhir tahun 2023 mencapai Rp8.144,69 triliun. Piye iki malah pacu nimbun utang? Kalau bangkrut nanti sopo sing bayar?

*Penulis adalah Direktur Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya