Berita

Menteri Luar Negeri Hongaria, Péter Szijjártô dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita/Net

Dunia

Maroko dan Hongaria Sepakat Perkuat Kerja Sama di Semua Bidang

JUMAT, 29 NOVEMBER 2024 | 18:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di perayaan ulang tahun hubungan bilateral yang ke-65, Maroko dan Hongaria berkomitmen untuk lebih memperluas kemitraan mereka demi keuntungan bersama dan pembangunan kedua negara. 

Kesepakatan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita dan Menteri Luar Negeri Hongaria, Péter Szijjártô pada Rabu, 27 November 2024. 

Kedua Menlu saling memuji momentum yang telah menandai hubungan antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, juga menegaskan pentingnya meningkatkan hubungan tersebut secara strategis. 


Mereka mengidentifikasi sejumlah sektor utama yang menjadi perhatian khusus, seperti ekonomi, pertanian, industri pangan, energi terbarukan, industri otomotif, budaya, pendidikan, penelitian dan inovasi, olahraga, dan pariwisata.

"Selama pertemuan ini, Bourita dan Szijjártô membahas perlunya mempromosikan konsultasi politik secara berkala dan menyambut baik pertemuan dua kepala negara pada April 2024 lalu di Marrakesh," ungkap laporan Kerajaan. 

Pertemuan kedua menteri merupakan bagian dari upaya penguatan kerja sama kedua negara di sejumlah bidang, terbukti dengan diselenggarakannya Komisi Ekonomi Bersama ke-5 pada 30 Oktober 2024 di Rabat.

Penguatan kerja sama Maroko dengan Hongaria sejalan dengan upaya Kerajaan untuk mendiversifikasi kemitraannya. Hal ini juga menegaskan peran Maroko sebagai pemain strategis bagi negara-negara Eropa.

Di akhir pertemuan, kedua menteri juga menandatangani Nota Kesepahaman terkait sektor kesehatan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya