Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Saham Tesla Sumringah Saat Pemerintahan Trump Rencanakan UU Kendaraan Otonom

SELASA, 19 NOVEMBER 2024 | 15:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana tim transisi Presiden terpilih Donald Trump membuat peraturan federal untuk kendaraan otonom atau tanpa pengemudi, ikut mendorong saham Tesla naik lebih dari 5 persen pada Senin 18 November 2024 Waktu setempat.

Laporan yang pertama kali dirilis Bloomberg News muncul beberapa hari setelah Trump menunjuk CEO perusahaan pembuat mobil itu, Elon Musk, sebagai salah satu kepala departemen efisiensi pemerintah pemerintahan baru.

"Tim Trump sedang mencari pemimpin kebijakan untuk departemen transportasi untuk mengembangkan kerangka regulasi federal," lapor Bloomberg, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.


Bulan lalu, Musk mengkritik proses persetujuan antar negara bagian, yang diwajibkan bagi kendaraan tanpa pengemudi, sebagai sesuai yang sangat menyakitkan, beberapa minggu setelah ia memperkenalkan robotaxi "Cybercab" dengan dua tempat duduk tanpa roda kemudi dan pedal kaki, yang akan mulai diproduksi pada tahun 2026.

"Peraturan federal yang terpadu dapat memperlancar (proses persetujuan) ini, sehingga memungkinkan Tesla untuk bergerak maju lebih cepat dengan pengujian FSD," kata Mamta Valechha, analis di Quilter Cheviot, seperti dimuat Reuters.

Regulasi bukanlah hambatan utama yang menahan Tesla saat ini, melainkan perangkat lunak bantuan pengemudi Full Self-Driving (FSD) milik perusahaan yang masih belum sepenuhnya otonom dan memerlukan pengawasan pengemudi.

Teknologi FSD, yang telah dikembangkan selama lebih dari empat tahun, juga sedang diselidiki oleh badan keselamatan otomotif AS, setelah empat laporan tabrakan yang melibatkan kendaraan Tesla yang dilengkapi dengan perangkat lunak tersebut, termasuk kecelakaan fatal tahun 2023.

Kemenangan Trump telah mendorong Tesla melampaui angka valuasi pasar 1 triliun Dolar AS dengan saham melonjak hampir 28 persen sejak 5 November, karena investor berharap hubungan dekat Musk dengan Gedung Putih akan memudahkan regulasi untuk kendaraan self-driving.

Kenaikan tajam tersebut juga telah mendorong rasio harga terhadap pendapatan saham, yang merupakan tolok ukur umum untuk menilai saham, jauh di atas produsen mobil seperti Ford Motor dan General Motors, dan bahkan raksasa teknologi seperti Apple serta Nvidia. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya