Berita

Empat perempuan peneliti Indonesia meraih penghargaan dalam L'Oreal-UNESCO For Women in Science"(FWIS) pada Senin 11 November 2024/RMOL

Nusantara

Empat Peneliti Perempuan Indonesia Ini Terima Penghargaan L'Oreal-FWIS

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 23:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Empat perempuan peneliti Indonesia meraih penghargaan dalam L'Oreal-UNESCO For Women in Science"(FWIS) pada Senin 11 November 2024.

Keempat peneliti itu mendapatkan pendanaan riset senilai Rp100 juta, karena dinilai telah melakukan terobosan inovatif terhadap agenda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Peneliti yang meraih penghargaan tersebut antara lain Della Rahmawati (Dosen dari  Universitas Swiss German), Rachma Wikandari (Dosen Universitas Gadjah Mada), Prasanti Widyasih Sarli (Dosen dari Institut Teknologi Bandung), dan Deliana Dahnum (Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Kimia, Badan Riset dan Inovasi Nasional).  


Pemenang perempuan peneliti tersebut dinilai telah menciptakan solusi inovatif yang berfokus pada ketahanan pangan, energi berkelanjutan, dan ketangguhan bencana.

"Selama lebih dari dua dekade, program ini telah menyediakan wadah bagi perempuan untuk berkarya, berbagi inspirasi, dan membangun karier dalam dunia sains. Program ini tidak hanya membantu para perempuan peneliti Indonesia, namun juga mempersiapkan mereka untuk bersaing di panggung sains internasional," kata Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah di Hotel Sultan, Jakarta.

Della Rahmawati, Dosen dari  Universitas Swiss German


Melalui penelitian di bidang ketahanan pangan, Della berfokus untuk mengatasi stunting, khususnya pada gizi ibu hamil dan anak. 

Inovasi yang dikembangkan yaitu membuat taburan nori,seperti furikake Jepang dengan  berbasis dari tanaman liar kelakai yang dipadukan engan tempe non-kedelai yang kaya zat besi. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung kesehatan masyarakat dan meningkatkan gizi ibu dan anak di Indonesia.

Rachma Wikandari,Dosen Universitas Gadjah Mada


Dalam penelitiannya, Rachma akan mengembangkan daging vegan sumber protein dan mineral berbasis jamur benang (Rhizopus oligosporus), dan limbah tempe sebagai solusi nabati yang lebih terjangkau dan bergizi. 

Penelitiannya ini juga bertujuan untuk mengurangi stunting dan mendukung ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah pabrik tempe.

Prasanti Widyasih Sarli, Dosen dari Institut Teknologi Bandung


Dosen dari ITB ini menawarkan inovasi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi kerentanan bangunan perkotaan terhadap gempa, guna membantu pemerintah merancang bangunan tahan bencana dan mengurangi risiko korban jiwa.

Deliana Dahnum, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Kimia, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Dalam kesempatan ini, Deliana meneliti bio-jet fuel berbahan kelapa menggunakan katalis metal-organic frameworks (MOFs) untuk digunakan sebagai bahan bakar avtur, untuk mengurangi emisi karbon. 

Inovasi ini memanfaatkan sumber daya lokal, mendukung produksi bahan bakar ramah lingkungan, dan memperkuat konektivitas ekonomi di Indonesia.

Ketua Dewan Juri FWIS 2024,Herawati Sudoyo yang ikut mengkurasi proposal riset tersebut mengatakan bahwa ia telah menyaksikan perempuan peneliti Indonesia berupaya menghadirkan solusi praktis dari berbagai masalah atau tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia

"Keberanian mereka untuk berinovasi dan komitmen dalam menghasilkan penelitian yang berdampak positif menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia dan dunia,” tuturnya.



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya