Berita

Teguh Santosa/ISt

Politik

Penataan Ekonomi Kunci bagi Prabowo Aplikasikan ‘Good Neighbour Policy’

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 20:26 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Mampu untuk memberikan bantuan kepada orang lain merupakan menjadi salah satu konsep dasar yang secara sederhana untuk menjadi ‘tetangga yang baik’.  Meski terdengar sederhana namun tantangan menjadi ‘tetangga yang baik’ itu justru terletak pada upaya untuk membenahi diri sendiri sebelum memberikan bantuan maupun pertolongan kepada orang lain.

Begitu disampaikan Pengamat Hubungan Internasional, DR Teguh Santosa terkait kebijakan politik luar negeri Indonesia sebagai ‘tetangga yang baik’ atau Good Neighbour Policy, yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Indonesia ingin hadir di pentas dunia menjadi sosok yang bisa menawarkan solusi. Tapi ini kan harus diawali dengan menyelesaikan masalah internalnya dulu,” kata Teguh, Sabtu, 9 November 2024.


Dosen pengampu mata kuliah Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah ini menyebutkan, rangkaian kunjungan luar negeri Prabowo Subianto adalah menjadi bagian untuk mencitrakan kebijakan politik luar negerinya tersebut. 

“Saya perhatikan, keinginan membangun citra Indonesia dipanggung internaisonal itu, itu dikaitkan dengan kemampuan Indonesia menata kembali sektor ekonomi, misalnya berkaitan dengan kedaulatan pangan,” ungkapnya.

Selain pembenahan kedaulatan pangan, Industrialisasi atau hilirisasi menjadi hal yang harus dilakukan. Berkaca dari China, industrialisasi sejak awal tahun 2000-an, terbukti membuat mereka menjadi kini menjadi negara dengan pengaruh sangat besar dalam perkembangan ekonomi dan politik global.

“Good Neighbour itu hanya bisa terwujud kalau kita tidak menyusahkan orang. Jangan dipikir Good Neighbour itu sebagai orang yang rajin ngasih bantuan saja. Tapi, jadi Good Neighbour itu harus kuat bantu siapapun dan kuat bantu diri sendiri, dan saya kira pak Prabowo berfikir ke arah itu juga,” pungkasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya