Berita

Women's March di Washington DC, AS. (Wired)

Dunia

Wanita AS Tiru Gerakan Feminis Korea Selatan “4B” atas Kemenangan Trump

Laporan: Sarah Alifia Suryadi
SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 13:17 WIB

Pasca Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), terjadi peningkatan minat wanita AS terhadap gerakan feminis Korea Selatan yang disebut "4B".

Ini terkait beberapa pernyataan seksis yang pernah dilontarkan Trump di masa lalu, kasus pelecehan seksual yang pernah dituduhkan kepadanya, dan pendiriannya tentang aborsi.

Wanita muda dari berbagai wilayah di AS aktif membahas gerakan ini di sosial media. Mereka menganggap ini sebagai bentuk perlawanan terhadap patriarki, terutama di negara maju seperti AS.


Mereka mengaku kecewa karena para pria muda telah memilih kandidat yang menurut mereka tidak menghormati otonomi tubuh mereka.

Beberapa pendukung Trump, seperti aktivis politik sayap kanan Nick Fuentes, mengunggah pesan di laman X-nya, “Tubuhmu, pilihanku.”

Sontak, cuitan tersebut memicu kontroversi. Pesan tersebut merupakan hasil rekayasa dari slogan “tubuhku, pilihanku” yang selama ini digaungkan oleh para feminis dalam memperjuangkan otonomi dan hak reproduksi.

Kini, wanita AS penganut gerakan 4B yang kecewa dengan kemenangan Trump menolak keterlibatan dengan pria.

Gerakan 4B sendiri berasal dari Korea Selatan dan berkembang sejak tahun 2015. 4B memuat empat prinsip utama: bihon (tidak menikah), bichulsan (tidak melahirkan), biyeonae (tidak berkencan), dan bisekseu (tidak berhubungan seks dengan pria).

Banyak wanita muda Korea yang mendukung gerakan ini sebagai bentuk protes terhadap budaya patriarki dan tingginya angka kekerasan seksual.

Selain kekerasan seksual, faktor lain yang turut mendorong gerakan ini adalah kesenjangan ekonomi yang signifikan. 

Meskipun Korea Selatan memiliki ekonomi yang maju, perempuan masih minim terwakili dalam posisi senior atau manajerial.

Berdasarkan data OECD, pria Korea memperoleh penghasilan 31,2 persen lebih tinggi daripada wanita.

“Kami (wanita) telah berusaha keras untuk mengimbangi mereka (pria) dan melakukan apa yang mereka inginkan, tapi mereka tetap membenci kami. Jadi, jika memang begitu, kami akan hidup sesuai keinginan kami.” ujar Ashli Pollard, wanita asal St. Louis, dikutip 11 November 2024.

Feminisme dan kesenjangan gender memang masih menjadi isu panas di Korea Selatan dan AS.

Ju Hui Judy Han, profesor studi gender di University of California, Los Angeles (UCLA), menjelaskan bahwa masih banyak sentimen 4B yang dirasakan wanita Korea meskipun gerakan ini telah mengalami penyusutan.

“Ketika ada kekerasan dan ketidaksetaraan yang begitu besar dan semua hal membuat pernikahan serta membesarkan anak terasa begitu sulit, bagaimana orang bisa membayangkan menikah?” ucapnya, dikutip 11 November 2024.

Meskipun gerakan 4B diperkirakan tidak akan bertahan lama di AS, Han berharap gerakan ini dapat menginspirasi wanita AS untuk membangun solidaritas lintas negara dalam memperjuangkan keadilan reproduksi dan kesetaraan gender.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya