Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Trump Media Bukukan Kerugian Hingga Rp300 Miliar pada Kuartal III 2024

RABU, 06 NOVEMBER 2024 | 14:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan media milik calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melaporkan kerugian bersih hingga 19,2 juta Dolar AS (Rp303 miliar) pada kuartal III 2024.

Seperti dikutip Reuters pada Rabu 6 November 2024, kerugian tersebut akibat biaya hukum dan biaya layanan streaming TV Trump Media Technologi Group (DJT.O).

"Angka tersebut mencakup biaya hukum sebesar 12,1 juta Dolar AS pada kuartal tersebut, yang berasal dari akuisisi teknologi streaming TV pada bulan Agustus dan biaya residual yang terkait dengan kesepakatan SPAC-nya pada bulan Maret," kata Trump Media dalam laporannya.


Lebih lanjut perusahaan tersebut juga melaporkan pengeluaran penelitian dan pengembangan sebesar 3,9 juta Dolar AS.

Laporan ini muncul saat pemilihan presiden AS memasuki tahap akhir, dengan jajak pendapat menunjukkan Trump dan wakil presiden saat ini Kamala Harris tengah bersaing ketat. Sejumlah jajak pendapat melaporkan bahwa Trump kemungkinan akan menang dalam kontestasi Pilpres tahun ini.

Saham Trump Media, yang mengoperasikan platform media sosial Truth telah mengalami perubahan besar dalam beberapa hari terakhir dan sempat anjlok hingga 1,16 persen ke level 33,94 Dolar AS per saham saat pemilihan suara berakhir.

Dalam periode ini, Trump Media juga melaporkan pendapatannya sebesar 1 juta Dolar AS dan memiliki kas dan setara kas sebesar 672,9 juta Dolar AS, termasuk investasi jangka pendek, tanpa utang.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya