Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Ist

Hukum

Tambang Minyak Cong Sumsel Butuh Perhatian Kapolri dan Presiden

JUMAT, 25 OKTOBER 2024 | 14:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Praktik penambangan minyak mentah ilegal atau minyak cong butuh perhatian serius dari pemerintah pusat dan aparat hukum.

Data Indonesian Audit Watch, penambangan minyak cong masih marak terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel). Mirisnya, minyak ilegal ini diolah sedemikian rupa untuk menjadi bahan bakar minyak (BBM) berstandar Pertamina.

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus melihat, kondisi penambangan dan pengolahan minyak ilegal (illegal drilling dan illegal refinery) di Sumsel sudah sangat tidak bisa ditoleransi.


“Hingga kini kegiatannya tetap saja marak meski beberapa waktu sempat berhenti. Peredarannya sudah meluas dan telah merugikan pihak Pertamina, khususnya masyarakat pengguna,” kata Iskandar Sitorus, Jumat, 25 Oktober 2024.

IAW mengkritisi penegakan hukum belum sepenuhnya dirasakan masyarakat terkait maraknya minyak cong di Sumsel. Pergantian Kapolda Sumsel yang baru, kata Iskandar, belum benar-benar menunjukkan tindakan nyata.

Oleh karenanya, IAW mendorong Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi perhatian khusus terkait peredaran minyak cong di wilayah Sumsel.

“Melihat peredaran minyak cong makin luar biasa, Kapolri sesegara saja melakukan assessment dengan menugaskan Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri melakukan atau mengumpulkan data, membuat analisa evaluasi, hingga memeriksa kinerja jajarannya,” lanjut Iskandar.

Di sisi lain, Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam menilai maraknya minyak cong di Sumsel berseberangan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang gencar meningkatkan pendapatan negara.

“Jika kasus tambang ilegal terus terjadi, maka jangan harap pemerintah akan mendapatkan optimalisasi pendapatan anggaran negara dari sektor migas,” jelas Anam.

Maka dari itu, Anam menilai pemberantasan mafia tambang minyak mentah di Sumsel membutuhkan sinergi semua pihak, baik pemerintah daerah, Polda Sumsel, Kapolri hingga Presiden RI.

“Saya kira semua bertanggung jawab terhadap pemberantasan mafia minyak ilegal, termasuk Bareskrim dan pemerintah pusat juga harus ikut andil,” imbuhnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya