Berita

Ilustrasi emas/Net

Bisnis

Harga Emas Dunia Terjungkal Lebih dari Satu Persen Dihantam Kenaikan Dolar AS

KAMIS, 24 OKTOBER 2024 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia terjungkal lebih dari 1 persen  setelah menyentuh rekor tertinggi. 

Penurunan ini dipicu oleh menguatnya Dolar AS dan kenaikan yield obligasi AS, yang menekan permintaan emas sebagai aset safe haven menjelang pemilihan presiden AS pada 5 November mendatang.

Harga emas spot anjlok 1,2 persen menjadi 2.714,55 Dolar AS per ons pada penutupan Rabu 23 Oktober 2024 atau Kamis pagi WIB setelah mencapai rekor tertinggi 2.758,37 Dolar AS. 


Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 1,1 persen lebih rendah menjadi 2.729,40 Dolar AS per ons.

Harga emas batangan, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi, meroket lebih dari 31 persen tahun ini, memecahkan beberapa rekor tertinggi karena pemotongan suku bunga Federal Reserve bulan lalu. 

Analais memperkirakan, ada beberapa aksi ambil untung dan imbal hasil Treasury meningkat di mana emas akan kesulitan bergerak naik mengingat arah imbal hasil. 

Namun, emas bisa mencapai level 2.800 Dolar AS pada akhir minggu ini didorong permintaan safe haven, papar Haberkorn menambahkan.

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,4 persen mendekati level tertinggi tiga bulan, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil US Treasury melejit ke posisi tertinggi tiga bulan.

Perak spot ambles 3,6 persen menjadi 33,58 Dolar AS per ons setelah mencapai harga tertinggi sejak akhir 2012 di 34,87 Dolar AS pada sesi Selasa.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya