Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Bank Sentral China Gelontorkan Rp1.100 Triliun untuk Genjot Pasar Saham Domestik

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 16:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Sentral Chinta (PBOC) meluncurkan fasilitas swap senilai 500 miliar Yuan atau sekitar Rp1.100 triliun untuk membangkitkan pasar saham domestik.

Seperti dikutip Reuters pada Kamis, 10 Oktober 2024, fasilitas swap tersebut menyediakan likuiditas bagi perusahaan yang memenuhi syarat untuk memborong saham di bursa domestik.

"Perusahaan akan diizinkan menggunakan ekuitas, obligasi, dan yang lainnya sebagai agunan untuk aset likuid bermutu tinggi seperti obligasi negara dan surat utang bank sentral," kata PBOC dalam keterangannya.


"Program ini dapat diperluas di masa depan tergantung dengan situasi," sambung bank sentral tersebut.

Program ini sendiri merupakan bagian dari serangkaian stimulus yang bertujuan untuk menggenjot ekonomi China. Bulan lalu, Beijing telah mengumumkan sederet langkah stimulus, mulai dari pemotongan suku bunga hingga pelonggaran aturan pembelian rumah, guna mencapai target pertumbuhan ekonomi lima persen tahun ini.

Peluncuran fasilitas swap ini berhasil mengerek saham di China daratan dan Hong Kong hari ini, melanjutkan reli yang sempat terhenti pada awal pekan.

Indeks Saham Shanghai naik lebih dari satu persen pada perdagangan awal, sementara indek saham Hong Kong naik lebih dari dua persen pada hari ini.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya