Berita

Mantan Menteri Perindustrian RI, Saleh Husin/Ist

Politik

Saleh Husin: Hilirisasi Sawit demi Cegah Middle Income Trap

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 12:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hilirisasi sawit sangat penting dilakukan dalam mewujudkan mimpi Indonesia memproduksi 100 juta ton per tahun hingga meraih devisa ekspor senilai 100 miliar Dolar AS per tahun.

Demikian antara lain substansi buku Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap yang diluncurkan mantan Menteri Perindustrian RI, Saleh Husin. Buku tersebut disusun dari hasil disertasinya di Universitas Indonesia berjudul Hilirisasi Industri Sawit untuk Memperkuat Perekonomian Nasional dan Meningkatkan Posisi Tawar Indonesia dalam Perdagangan Dunia.

“Di ujung bab, (buku tersebut) membahas detail pengaruh hilirisasi sawit dalam mencegah Indonesia terperangkap ke dalam negara berpendapatan menengah (middle income trap),” kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 Oktober 2024.


Kelapa sawit adalah produk unggulan bangsa Indonesia dengan nilai ekspor bisa mencapai 30 miliar Dolar AS. Sayang, Indonesia menguasai pasar dunia tapi harga dikendalikan oleh pihak lain, seperti bursa di Malaysia maupun bursa di Rotterdam. 

“Ini hal yang sangat aneh. Kita yang menguasai produk tapi harga ditentukan oleh orang lain,” sesal Saleh.

Maka dari itu, hilirisasi kelapa sawit penting dilakukan karena bisa memberikan banyak manfaat bagi perekonomian, seperti penggunaan bahan bakar biodiesel B35 yang bisa menghemat devisa negara hingga Rp161 triliun, serta menciptakan lapangan kerja hingga 18 juta orang.

Selain itu, hilirisasi sawit mendorong terwujudnya Net Zero Emission (NZE), mengingat bisa melakukan dekarbonisasi sampai 35 juta ton CO2.

Dia berharap buku yang diterbitkannya bisa berkontribusi bagi industri sawit Indonesia. Saleh mengatakan, Indonesia pernah punya banyak komoditas yang berjaya tapi lenyap begitu saja.

“Saya berharap lumbung sawit tidak seperti rempah-rempah yang berjaya di abad 15 dan 16 tapi sekarang sayup-sayup saja terdengarnya. Jangan seperti itu kondisinya. Ini pekerjaan penting Pemerintahan Prabowo nanti,” tegas Saleh.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya