Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah/Istimewa

Politik

41 Kotak Kosong Warnai Pilkada 2024, IPO: Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 13:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Maraknya kotak kosong pada Pilkada Serentak 2024 tidak bisa dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja. Apalagi fenomena calon tunggal lawan kotak kosong pada Pilkada 2024 terjadi di 41 daerah. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, kotak kosong tersebut menandakan dua fenomena. 

“Semakin banyaknya kotak kosong dalam Pilkada, bisa menandai dua fenomena. Pertama, parpol gagal lakukan kaderisasi, sehingga tidak miliki tokoh yang layak untuk diusung, baik dari sisi elektabilitas maupun kapasitas,” papar Dedi kepada RMOL, Senin (9/9). 


Fenomena kedua, lanjut Dedi, terjadinya pengondisian oleh elite politik dalam Pilkada Serentak 2024. Upaya mobilisasi dukungan tersebut merupakan irisan dari peta politik Pilpres 2024 lalu. 

“Ada kemungkinan pengkondisian, sehingga parpol bisa saja tidak miliki keberanian atau kekuatan untuk menolak pengkondisian itu, utamanya dalam waktu terbaru ini adanya konstelasi Pilpres, sehingga koalisi yang dominan masih dijaga hingga Pilkada,” kata pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Sebelumnya, Ketua Divisi Teknis KPU, Idham Holik mengungkapkan, awalnya calon tunggal ada di 43 daerah yang menggelar Pilkada, terdiri dari 1 provinsi dan 42 kabupaten/kota. 

Setelah dilakukan perpanjangan pendaftaran calon kepala daerah Pilkada 2024, ada 2 daerah yang memiliki 2 pasangan calon (paslon). Kini, tersisa 41 daerah yang memiliki calon tunggal dan akan melawan kotak kosong.

“Yang awalnya pada tanggal 27-29 Agustus 2024 hanya satu pasangan calon, kini sudah dua pasangan calon yaitu di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Kepulauan Sitaro Provinsi Sulawesi Utara,” ucap Idham, pada Kamis (5/9).

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya