Berita

Ilustrasi/Ist

Politik

Pemilih Berhak Golput sebagai Bentuk Perlawanan

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2024 | 15:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Potensi golput pada Pilkada Jakarta 2024 diprediksi tinggi pasca Anies Baswedan gagal mendapat tiket untuk diusung sebagai bakal calon gubernur.

Menurut Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, hal ini bisa menjadi tantangan besar. Meskipun secara aturan, pemenang pilkada tetap ditentukan oleh suara sah.

"Pemenang tidak ditentukan besar kecil suara tidak sah atau jumlah pengguna hak pilih," kata Titi lewat akun X miliknya, Minggu (1/9).


Titi menjelaskan walaupun suara tidak sah mencapai 90 persen, pemenang pilkada tetap sah selama mendapatkan mayoritas suara yang ditetapkan. 

"Tapi itu akan jadi rongrongan politik berkepanjangan bagi si calon," kata Titi.

Menurutnya, suara tidak sah adalah cara sah bagi pemilih untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap calon yang ada.

Tingginya golput akan menjadi catatan penting tentang legitimasi politik yang rapuh dari pemilih serta mencerminkan adanya masalah dalam relasi aspirasi antara pemilih dan calon yang bersaing.

"Kalau pengaruh ke kemenangan tidak. Tapi sebagai sikap politik itu penting. Sebagai bentuk perlawanan pemilih. Jadi sah-sah saja pemilih menyalurkan ekspresi politiknya melalui suara tidak sah," pungkas Titi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya