Berita

Atlet Paralimpik Australia-Indonesia Rayakan Keberagaman di Atas Kursi Roda

Olahraga

Atlet Paralimpik Australia-Indonesia Rayakan Keberagaman di Atas Kursi Roda

SABTU, 31 AGUSTUS 2024 | 13:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Atlet-atlet paralimpik Australia dan Indonesia beradu ketangkasan di atas kursi roda dalam demonstrasi rugbi kursi roda yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia, Jumat, (30/8) di GOR Universitas Negeri Jakarta.

Demonstrasi rugbi kursi roda ini menampilkan beberapa atlet paralimpik terkemuka Australia, termasuk Sara Houston, Joshua Hose, Ken O'Brien dan Nazim “Naz” Erdem, atlet paralimpik yang telah meraih lima kali medali emas di Paralimpiade London 2012 dan Paralimpiade Rio 2016.

Konselor Hubungan Masyarakat Kedutaan Besar Australia Jakarta, Chloe Ashbolt, mengungkapkan rasa senangnya atas terselenggaranya demonstrasi ini. 


"Sebagai bangsa olahraga, saya senang Australia dapat menjadikan olahraga berperan dalam mendorong masyarakat yang lebih inklusif,” katanya, dalam pernyataan yang diterima redaksi, Sabtu (31/8). 

“Dalam rangka merayakan Paralimpiade, kegiatan ini menunjukkan bahwa semua orang dapat berpartisipasi, berkompetisi, dan berjuang dalam olahraga,” kata Chloe.

Rugbi kursi roda adalah olahraga intens dan dinamis yang dimainkan oleh atlet penyandang disabilitas. Olahraga ini menggabungkan elemen bola tangan, basket kursi roda, dan rugbi dengan berbagai kontak cepat antar pemain kursi roda.

Selama di Indonesia, atlet-atlet paralimpik ini telah berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan seperti coaching clinic dan pelatihan di Jakarta, Bali, dan Indonesia Timur untuk meningkatkan kesadaran tentang olahraga inklusif disabilitas dan inklusi. Program ini diselenggarakan oleh Bali Sports Foundation dan didukung oleh Kedutaan Besar Australia.

Para pemain rugbi kursi roda ini juga akan mengunjungi SDI Harapan Ibu, di Jakarta Selatan, dari Program Kemitraan Sekolah Bridge Australia-Indonesia.

Kegiatan-kegiatan ini telah menunjukkan dampak positif dari olahraga inklusif dengan komunitas lokal, sekolah, organisasi olahraga, dan atlet paralimpik Indonesia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya