Berita

Representative Image/Net

Bisnis

Gara-gara Konflik di Gaza, Ekonomi Israel Melambat di Kuartal II

SENIN, 19 AGUSTUS 2024 | 14:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan ekonomi Israel dilaporkan melambat pada kuartal II-2024 imbas konflik di Jalur Gaza.

Seperti dikutip Xinhua, Senin (19/8), Biro Statistik Pusat Israel mencatat data produk domestik bruto (PDB) hanya naik 1,2 persen pada April-Juni 2024. 

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 17,3 persen.


Selain itu, pengeluaran konsumsi swasta di Israel juga hanya meningkat sebesar 12 persen pada kuartal kedua, lebih rendah dari 26,3 persen yang tercatat di triwulan sebelumnya.

Seorang analis senior di surat kabar Yedioth Ahronoth, Gad Lior, mengatakan ekonomi Israel ini terhambat karena operasi militernya di Palestina.

"Pertumbuhan yang rendah menunjukkan bahwa ekonomi Israel belum pulih dari konsekuensi serangan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu," kata  analis senior tersebut.

Dalam periode ini, impor barang dan jasa Tel Aviv tercatat menunjukkan tren negatif bagi ekonomi Israel dengan menurun sebesar 11,1 persen pada kuartal kedua, setelah kenaikan sebesar 32,7 persen di triwulan sebelumnya.

Ekspor barang dan jasa Israel, tidak termasuk berlian dan perusahaan rintisan ikut menurun sebesar 7,1 persen pada kuartal kedua, menyusul penurunan sebesar 10,4 persen pada triwulan pertama.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya