Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Gelagat Jokowi Ingin Tetap Cawe-cawe di Pemerintahan Mendatang

SELASA, 13 AGUSTUS 2024 | 13:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap tetap ingin cawe-cawe di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dengan melakukan reshuffle kabinet.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto merespons rencana reshuffle kabinet pada pekan ini. Disebutkan bahwa menteri-menteri dari PDIP dan Nasdem akan dibuang, diganti dengan orang-orang pendukung Prabowo-Gibran.

"Jokowi me-reshuffle kabinet dengan tujuan membayangi kabinet Prabowo Subianto ke depan. Sederhananya, Jokowi tetap ingin cawe-cawe karena ada anak kandungnya yang bernama Gibran," kata Hari kepada RMOL di Jakarta, Selasa (13/8).


Menurut Hari, langkah Jokowi melakukan reshuffle kabinet bertujuan tetap menitip orang-orang kepercayaannya agar tetap terkoordinasi dengan anaknya yang menjadi Wakil Presiden periode 2024-2029.

"Usaha yang dilakukan oleh Jokowi adalah menyelamatkan dinasti agar tidak disasar oleh kelompok yang dikecewakan selama kekuasaannya," pungkas Hari.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya