Berita

Ilustrassi/Net

Bisnis

Indef Sayangkan Sikap Pemerintah yang Anaktirikan Tekstil

KAMIS, 08 AGUSTUS 2024 | 14:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kebijakan industri pemerintah yang lebih memprioritaskan hilirisasi pertambangan ketimbang sektor lain, khususnya tekstil, mendapat sorotan tajam.

Head of Center of Industry Trade and Invesment Indef, Andry Satrio Nugroho, menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang dinilai kurang memperhatikan industri tekstil dan pakaian jadi dalam negeri.

"Kita melihat arah kebijakan industri yang saat ini dilakukan pemerintah, prioritas utamanya program hilirisasi, tapi sangat disayangkan sekali ketika kita berbicara 5 subsektor industri terkait hilirisasi ini masih berat di hilirisasi pertambangan," kata Andry dalam Diskusi Publik Indef secara daring, Kamis (8/8).


Menurut Andry, seharusnya pemerintah juga memberikan perhatian yang sama besarnya terhadap industri tekstil, yang sejauh ini telah memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan bahkan menyerap tenaga kerja yang cukup besar.

"Seharusnya pemerintah juga beri effort yang cukup besar dan tidak pandang bulu dan memprioritaskan untuk tambang saja," tuturnya.

Dalam hal ini, Andry juga memprediksi bahwa akan semakin terpuruk karena kinerjanya terus menurun sejak pandemi Covid-19, dan diperkirakan akan tergantikan oleh industri logam dasar yang memiliki kinerja cukup bagus di tiap kuartal.

"Saya yakin bahwa di tahun 2024 industri logam dasar akan menyusul tekstil dan pakaian jadi sebagai kontributor kelima industri terbesar terhadap GDP, dan akhirnya tekstil akan turun,"tuturnya.

Ia pun meminta kementerian terkait untuk segera mengambil langkah-langkah penyelamatan bagi industri tekstil, karena penurunan kinerja industri ini akan berdampak pada sektor petrokimia.

"Kita tidak tau kedepannya akan seperti apa tapi ketika industri tekstil yang berada di hilir ini drop maka industri petrokimia (di hulu) akan struggling, karena sulit menerima permintaan dari industri hilirnya," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya