Berita

Rano Karno tengah diupayakan PDIP untuk bisa menjadi cawagub Banten mendampingi cagub Airin Rachmi Diany/DPR RI

Politik

Sulit Usung Rano Karno jadi Alasan PDIP Pasif di Pilgub Banten

SENIN, 29 JULI 2024 | 15:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Nama Rano Karno yang tampaknya sulit diterima Partai Golongan Karya (Golkar) disinyalir jadi alasan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersikap pasif pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2024. 

Analisis tersebut disampaikan pengamat politik Citra Institute, Efriza, saat diwawancarai RMOL, Senin (29/7). 

Menurut Efriza, PDIP sengaja tidak segera menyatakan berkoalisi dengan Partai Golkar, karena dari segi elektabilitas Rano Karno tidak moncer, meskipun pernah diusung partai berlogo banteng moncong putih sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Banten pada Pilgub 2011.


"PDIP tentu kans mengusung kadernya sangat minim," papar Efriza. 

Namun, dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) itu meyakini Partai Golkar masih membuka peluang berkoalisi dengan PDIP. Sebab, partai beringin tidak bisa mengusung cagub tanpa berkoalisi. 

"Potensi besar jagoan PDIP hanya bisa berpasangan dengan Airin, Golkar," tuturnya. 

Oleh karena itu, Efriza menilai PDIP tengah memainkan strategi dan taktik politiknya untuk menawarkan Rano Karno sebagai cawagub pendamping Airin. 

"PDIP sepertinya memahami dengan membiarkan tak ikut deklarasi dukung Andra-Soni paslon yang diusung Koalisi Banten Maju. Maka PDIP lebih punya kekuatan dan kans untuk menduduki kursi cawagub," sebut Efriza. 

"Oleh sebab itu, Golkar akan sangat ingin memenangkan pemilu dengan upaya menjaga lumbung kekuatan besar Golkar karena adanya dinasti Atut melalui pencalonan Airin," pungkas Efriza. 

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Mantan Kasipenkum Kejati Jakarta Jabat Kajari Aceh Singkil

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:40

Walkot Semarang Dorong Sinergi dengan ISEI Lewat Program Waras Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:18

Wasiat Terakhir Founding Fathers

Jumat, 22 Mei 2026 | 04:05

Pelapor Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah di Tambora Alami Tekanan Mental

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:53

98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Mandat Reformasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:40

Bos PT QSS jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit di Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 03:20

KPK Dinilai Belum Utuh Baca Peta Kasus Blueray Cargo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:55

Empat WN China Diduga Pelaku Penipuan Online Ditangkap Imigrasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:30

Membangun Kedaulatan Ekonomi di Era Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 02:16

Pidato Prabowo di DPR Upaya Konkret Membumikan Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 22 Mei 2026 | 01:55

Selengkapnya