Berita

Presiden Terpilih Prabowo Subianto/Net

Bisnis

Utang Indonesia Era Prabowo Bakal Makin Bengkak, Hashim Beberkan Ini

JUMAT, 12 JULI 2024 | 10:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintahan mendatang dikabarkan akan menaikkan batas utang negara hingga 50 persen dari posisi saat ini 39 persen terhadap PDB.

Peningkatan rasio utang itu konon untuk mendanai program-program presiden terpilih Prabowo Subianto, salah satunya makan bergizi gratis.

Hashim Djojohadikusumo, adik kandung sekaligus penasehat Prabowo, mengungkapkan hal itu. Namun, katanya, itu akan diterapkan asalkan pemerintah dapat meningkatkan penerimaan pajak.


Hashim menekankan bahwa Indonesia masih dapat mempertahankan peringkat investasinya jika rasio utang terhadap PDB meningkat menjadi 50 persen.

"Kami akan tetap mendapatkan peringkat investasi pada tingkat itu," kata Hashim.

Lembaga pemeringkat Moody's, S&P, dan Fitch telah memberikan peringkat utang negara Indonesia satu tingkat di atas peringkat investasi terendah. Sebelumnya, Fitch mengatakan peningkatan signifikan utang pemerintah akan melemahkan profil kredit negara Indonesia.

"Idenya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan tingkat utang," kata Hashim saat berbicara kepada Financial Times, di London, Kamis (1/7).

"Kami tidak ingin meningkatkan rasio utang tanpa meningkatkan penerimaan," tambah Hashim. 

Pajak, pajak cukai, royalti dari pertambangan, dan bea masuk adalah target untuk meningkatkan penerimaan negara.

Rencana pinjaman pemerintahan Prabowo akan menandai perubahan besar dari sikap konservatif dalam pengelolaan keuangan pemerintah selama ini. 

Para ekonom telah memperingatkan bahwa kenaikan rasio utang hingga 50 persen akan mendorong defisit anggaran melampaui batas maksimum yang ditetapkan sebesar 3 persen dari PDB. 

Hal ini juga dapat membebani rupiah yang telah melemah lebih dari 5 persen terhadap dolar AS pada tahun ini.

Hashim, sebagai salah satu penasihat penting Prabowo, diyakini akan memainkan peran yang berpengaruh saat pemerintahan baru mulai menjabat pada Oktober nanti. 

Komentarnya bisa disebut sebagai konfirmasi resmi pertama dari rencana pinjaman yang lebih tinggi.

Pernyataan Hashim juga mementahkan penyangkalan beberapa penasehat Prabowo lain tentang target rasio utang terhadap PDB hingga 50 persen, yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg.

Program makan siang gratis untuk anak sekolah dan ibu hamil diperkirakan akan menelan biaya 28 miliar Dolar AS. Hashim mengatakan program makanan tersebut akan membantu bertindak sebagai "stimulus bagi ekonomi" dan menambah setidaknya 1,2 poin persentase terhadap PDB.

Indonesia memiliki salah satu rasio pendapatan terhadap PDB terendah di Asia Tenggara, sekitar 14 persen, menurut data IMF.

Beberapa inisiatif lain akan mendukung target pertumbuhan tahunan 8 persen yang dicanangkan Prabowo, termasuk membangun lebih banyak pembangkit listrik, kilang minyak, dan rumah, serta memperluas produksi pangan.

Prabowo juga dikabarkan berencana mendirikan badan pendapatan negara untuk mendorong peningkatan pajak. Ia juga mempertimbangkan untuk memangkas subsidi dan menjual aset negara guna menopang pendapatan.

Di sisi lain, Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran menegaskan dan memastikan bahwa pemerintahan presiden terpilih 2024-2029 akan tetap pada komitmen untuk disiplin dan prudent dalam mengelola fiskal.

Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Sufmi Dasco Ahmad mengatakan rasio utang terhadap PDB dalam APBN 2025 akan tetap di level yang telah dijaga selama ini, yakni di kisaran 30 persen.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya