Berita

PM Inggris, Keir Starmer/Net

Dunia

PM Baru Inggris Tolak Lanjutkan Program Deportasi Sunak

MINGGU, 07 JULI 2024 | 12:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rencana deportasi migran ke Rwanda yang digagas Partai Konservatif, sepertinya tidak akan dilanjutkan oleh pemerintahan Inggris yang baru.

Pasalnya, pengganti Rishi Sunak dari Partai Buruh, yakni Keir Starmer menyatakan ketidaksiapannya untuk melanjutkan proses deportasi tersebut.

Menurut Starmer, skema pemindahan migran ke Rwanda tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap penanganan pengungsi di Inggris.


"Skema Rwanda telah mati dan terkubur sebelum dimulai. Saya tidak siap untuk melanjutkan tipu muslihat yang tidak akan memberikan efek jera,” kata dia dalam konferensi pers pertamanya, seperti dimuat AFP pada Minggu (7/7).

Mantan PM Sunak telah mempertaruhkan reputasi politiknya dalam rencananya menghentikan arus migran yang masuk ke negaranya.

Dia bersikeras mendorong rencana deportasi yang kontroversial meski dikecam oleh kelompok hak asasi manusia dan keputusan pengadilan.

Sementara Partai Buruh mengatakan akan membuang skema pemindahan orang ke Rwanda yang melintasi Selat Inggris dengan perahu dari Prancis utara.

Starmer sebelumnya mengatakan bahwa kebijakan Sunak tidak memberikan efek jera dan tidak bernilai uang.

Dia telah berjanji untuk mengatasi masalah migran dari akarnya yakni dengan menghancurkan geng-geng penyelundup manusia di belakang penyeberangan.

"Inti dari kebijakan ini adalah dibentuknya Komando Keamanan Perbatasan elit baru, yang terdiri dari spesialis imigrasi dan penegakan hukum, serta badan intelijen dalam negeri MI5," papar Starmer.

Kementerian Dalam Negeri Inggris bulan lalu memperkirakan  12.313 orang telah menyeberang ke Inggris sepanjang tahun ini, meningkat 18 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Terdapat 29.437 kedatangan di sepanjang tahun 2023, turun 36 persen dari rekor 45.774 kedatangan pada tahun 2022.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya