Berita

Hewan kurban/Ist

Publika

Kurban, Pembersihan, dan Kebersamaan

OLEH: HM SIDIK SISDIYANTO*
SENIN, 17 JUNI 2024 | 06:09 WIB

KURBAN dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki kedalaman spiritual dan sosial yang tinggi. Praktik ini dilakukan dengan menyembelih hewan ternak pada Hari Raya Iduladha dan hari-hari Tasyrik, sebagai manifestasi ketaatan dan kepatuhan.

Sejarah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Ismail AS, namun kemudian Allah menggantikannya dengan seekor domba sebagai bentuk pengujian terhadap keimanan dan ketaatan.

Tujuan utama dari kurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS, serta memperkuat solidaritas sosial di antara umat Islam.


Daging hewan kurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama kepada fakir miskin, sehingga kurban menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.

Secara keseluruhan, kurban dalam Islam bukan hanya sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan sebuah ibadah yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan sosial.

Praktik ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa bersyukur, “menyembelih ego”, berkorban demi kepentingan yang lebih besar, dan selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Pembersihan Diri

Kurban memiliki nilai spiritualitas yang perlu dipahami dan diimplementasikan oleh setiap orang yang beriman.

Selain sebagai kewajiban agama, kurban memiliki makna spiritual yang dalam bagi umat muslim. Dalam melakukan ibadah kurban, umat Islam memperoleh banyak keutamaan spiritual yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan memiliki kemanfaatan kepada sesama. Karena, salah satu aspek utama dari ibadah kurban adalah pengorbanan.

Dalam mengurbankan hewan kurban, seorang muslim menunjukkan ketaatan dan kepatuhan total kepada perintah Allah SWT.

Tindakan ini mencerminkan sikap rela berkorban untuk memenuhi kehendak Ilahi. Pengorbanan tersebut tidak hanya berupa hewan yang disembelih, tetapi juga mengandung makna pengorbanan diri, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan.

Proses penyembelihan hewan kurban juga memiliki makna pembersihan diri dari sifat-sifat negatif, seperti kedengkian, kebencian, dan egoisme.

Dalam melakukan kurban, seorang muslim diharapkan untuk menyalurkan niatnya secara murni hanya untuk mencari keridaan Allah SWT. Hal ini membantu umat Islam untuk membersihkan diri dari sifat-sifat yang merusak hubungan mereka dengan Allah dan sesama manusia.

Ibadah kurban juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya berbagi dengan sesama. Ketika seorang muslim mengurbankan hewan kurban, ia tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga memperhatikan kebutuhan orang-orang yang membutuhkan.

Hal ini menciptakan ikatan sosial yang kuat di antara umat muslim dan memperkuat rasa solidaritas serta empati terhadap sesama.

Ibadah ini juga bentuk dari ungkapan syukur atas nikmat Allah SWT. Dengan mengorbankan bagian dari harta yang dimiliki, seorang muslim mengakui bahwa segala sesuatu yang dimilikinya berasal dari Allah SWT.

Pelaksanaan kurban adalah cara untuk menyatakan rasa syukur atas berkah dan rizki. Lebih dari sekadar ritual, ibadah kurban adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan mengorbankan hewan kurban, seorang muslim mengaktualisasikan kepatuhan dan ketaatan yang dalam kepada Sang Pencipta. Hal ini memperkuat hubungan spiritual antara hamba dengan Tuhannya, karena kurban dilakukan atas dasar iman yang kokoh dan kecintaan yang tulus kepada Allah SWT.

Kebersamaan dan Gotong-Royong

Pelaksanaan kurban di Indonesia sering kali melibatkan komunitas dan dilaksanakan secara gotong royong. Masyarakat bersama-sama mengurus penyembelihan, pemotongan, dan distribusi daging kurban.

Nilai gotong-royong ini memperkuat rasa kebersamaan dan kekompakan dalam komunitas. Selain itu, peringatan Iduladha sudah seyogianya tak hanya dimaknai sekadar ritual dalam sorak ramai gema kumandang takbir secara lisan, kemeriahan Salat Id berjamaah, maupun hiruk pikuk penyembelihan hewan kurban.

Namun juga harus bisa dimaknai dengan sebagai spirit untuk terus menebar kepedulian sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berkurban hewan juga harus diinternalisasikan dan juga diaktualisasikan dalam bentuk menebar cinta damai dan mengasihi sesama.

Oleh karenanya, perlu kita merenung dan sejenak melebur segala egoisme. Berdoa dengan kejernihan hati, kebeningan nurani, ketajaman akal dan pikiran dalam upaya mengokohkan persaudaraan, menguatkan kesalehan sosial serta menebar kepedulian.

Harapannya Indonesia segera lepas dari berbagai bentuk masalah bangsa, kemudian bangkit sehingga akan menjadi negara yang berkemajuan, adil dan makmur negaranya serta aman dan damai.

Di Indonesia, diyakini bahwa kurban membawa berkah tidak hanya bagi yang berkurban tetapi juga bagi seluruh komunitas. Daging kurban yang dibagikan memberikan keberlimpahan pangan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang jarang mengonsumsi daging.

Distribusi daging kurban membantu meringankan beban ekonomi bagi masyarakat, terlebih yang kurang mampu. Ini berkontribusi pada keseimbangan ekonomi, kesetaraan dan memberikan kesempatan bagi semua lapisan masyarakat untuk merasakan kebahagiaan Hari Raya Iduladha.

Melalui nilai-nilai tersebut, kurban dalam Islam di Indonesia bukan hanya sekedar ritual tahunan, tetapi juga merupakan momentum untuk mempererat hubungan dengan Allah, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Praktik kurban menjadi sarana untuk menyebarkan nilainilai kemanusiaan, keikhlasan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat merayakan Iduladha 1445 H/2024 M.


*Penulis adalah Direktur KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya