Berita

Foto: Kementerian Luar Negeri India

Global

Papua Nugini Terima 19 Ton Bantuan Kemanusiaan dari India

SABTU, 15 JUNI 2024 | 01:29 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Sebanyak 19 ton bantuan kemanusiaan dikirimkan India untuk korban bencana tanah longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini. Menurut berbagai laporan, bencana alam itu menewaskan setidaknya 2.000 jiwa.

Bantuan kemanusiaan yang dikirim India itu, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Randhie Jaiswal, senilai 1 juta dolar AS.

Papua Nugini merupajkan salah satu anggota Forum Kerja Sama India-Kepulauan Pasifik (FIPIC). India telah mempromosikan kerja sama dengan negara-negara kepulauan Pasifik melalui FIPIC.


Jumlah korban yang terkubur di sekitar desa Yambali di provinsi Enga di utara negara itu berdasarkan perkiraan dari pemerintah setempat dan terus meningkat sejak tanah longsor pada hari Jumat (24/5).

Kepala misi Organisasi Internasional untuk Migrasi di Papua Nugini, Serhan Aktoprak, mengatakan beberapa penduduk setempat enggan menerima alat berat untuk menghilangkan puing-puing demi menjaga integritas jenazah.

“Yang lebih parah lagi, ada air yang mengalir di bawah puing-puing dan lantai, tanah, tanah tempat puing-puing itu berada. Jadi kami khawatir lumpur ini bisa membuat tanah longsor,” imbuhnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya