Berita

Ketua Komisi I DPR, Meutya Viada Hafid/Net

Politik

Komisi I DPR Dukung Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

SELASA, 04 JUNI 2024 | 12:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengiriman pasukan penjaga perdamaian Indonesia ke Gaza, termasuk pengiriman tenaga medis, jika mendapatkan mandat dari PBB, disambut baik Ketua Komisi I DPR, Meutya Viada Hafid.

Lewat keterangan tertulis kepada media, di Jakarta, Selasa (4/6), Meutia mengaku telah mendengar Kementerian Pertahanan RI tengah menyiapkan tenaga medis dan rencana pendirian rumah sakit lapangan di Gaza.

"Itu bisa jadi solusi jangka pendek bagi gencatan senjata di Gaza, maupun solusi jangka panjang bagi terwujudnya two state solution atau Palestina yang merdeka sepenuhnya," jelasnya.


Politisi Golkar itu juga mengatakan, rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian menjadi salah satu topik yang diangkat dalam rapat kerja Komisi 1 dengan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI, 6 Juni nanti.

"Kami akan mendengarkan paparan panglima soal kesiapan prajurit dan tahapan yang perlu dilakukan," tambahnya, sembari meminta semua pihak mendukung rencana itu.

"Indonesia cukup pengalaman terkait pasukan penjaga perdamaian, bahkan sejak 1957. Kami yakin Indonesia siap, tinggal menunggu mandat dari PBB," tutupnya.

Sebelumnya, Menhan yang juga presiden terpilih, Prabowo Subianto, menyatakan siap mengirim pasukan penjaga perdamaian di Gaza.

Hal itu diungkapkan saat berbicara pada forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2024, di Singapura, Sabtu (1/6).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya