Berita

Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menerima kunjungan delegasi US Coast Guard (USCG)/Ist

Nusantara

KPLP Terima Kunjungan US Coast Guard Bahas Kerja Sama Teknologi

SABTU, 01 JUNI 2024 | 01:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menerima kunjungan delegasi US Coast Guard (USCG) yang diwakili oleh Mr. Bryan, Special Forces Surveillance US Coast Guard, Mr. Bryce S. Yamamoto dari US Air Forces, dan Mr. Lyle dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jumat (31/5).

Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang penjagaan laut dan pantai.

Direktur KPLP, Jon Kenedi, mengungkapkan bahwa kunjungan ini membawa tawaran dari US Coast Guard untuk memberikan pelatihan bagi Indonesia Coast Guard, khususnya terkait kemampuan pasukan khusus yang sangat dibutuhkan oleh KPLP.


 "Kami berharap kerja sama pelatihan ini dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan kapabilitas personil KPLP. Dan diharapkan, pertemuan ini dapat mempererat hubungan kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam berbagai aspek penjagaan laut dan pantai, serta teknologi pendukungnya," ujar Jon Kenedi.

Selain itu, KPLP juga berharap dapat mengadakan kunjungan USCG ke pangkalan Tanjung Priok, Jakarta, guna memperkenalkan kemampuan dan peralatan yang dimiliki oleh KPLP.

"USCG juga menyatakan keterbukaannya untuk datang  berkunjung dengan kemungkinan kunjungan yang direncanakan pada 6-10 Juni mendatang," ungkapnya.

Kunjungan ini juga menyoroti rencana acara di Surabaya, dimana lebih dari 10 perwakilan dari USCG akan mengajar tentang Cyber Security. Tidak hanya itu, delegasi Amerika juga membawa beberapa instansi terkait cyber security untuk memberikan materi secara maksimal, dengan harapan KPLP juga melibatkan berbagai instansi lain seperti polisi, bea cukai, TNI AL, dan karantina.

"Di Surabaya, lebih dari 10 anggota US Coast Guard akan memberikan pelatihan mengenai Cyber Security. Mereka akan membawa serta beberapa instansi terkait dari Amerika untuk memberikan materi secara maksimal. Diharapkan, pihak Indonesia juga melibatkan instansi lainnya seperti kepolisian, bea cukai, TNI AL, dan karantina," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Jon Kenedi mengungkapkan USCG menanyakan dan berdiskusi terkait tugas dan wewenang KPLP dalam pemeriksaan kapal di laut yang ternyata memiliki banyak kesamaan. Perbedaan utama terletak pada fokus kewenangan terhadap penyelundupan narkoba dan manusia, yang menjadi prioritas USCG.

"US Coast Guard memiliki kewenangan lebih luas terkait penanganan penyelundupan narkoba dan perdagangan manusia, sementara KPLP lebih fokus pada regulasi pelayaran sesuai UU No. 17 Tahun 2008. Dan membahas juga terkait penanganan kapal – kapal yang berada di perairan Indonesia untuk wajib menyalakan AIS dan penegakan hukumnya," ujar Jon Kenedi.

Topik lain yang dibahas adalah mengenai Starlink, teknologi yang dibawa oleh Elon Musk yang baru-baru ini mengunjungi Indonesia. Amerika Serikat membuka peluang kerja sama dalam pengembangan teknologi ini, yang disambut baik oleh Direktorat KPLP. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung tugas dan fungsi kesatuan penjagaan laut dan pantai.

Pertemuan ini juga membuka peluang hibah kapal patroli dari USCG kepada KPLP. Peluang ini didasarkan pada hibah serupa yang telah dilakukan Amerika Serikat kepada Coast Guard Filipina dan Vietnam, serta pengalaman hibah pesawat tempur kepada TNI.

"Dalam kunjungan ini USCG juga membicarakan terkait peluang adanya hibah kapal patroli dari USCG untuk KPLP. Peluang tersebut dapat terbuka karena telah adanya hibah yang pernah terjadi diantaranya hibah kepada Coast Guard Filipina dan Vietnam. Selain itu juga hibah untuk Indonesia bukan pertama kali dilakukan oleh Amerika Serikat,” beber dia.

“Pemerintah Amerika Serikat telah beberapa kali memberikan hibah berupa pesawat tempur kepada TNI, ini juga merupakan bukti adanya peluang hibah kapal patroli kepada Indonesia," tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya