Berita

Puan Maharani bersama sang ibunda, Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Buka Ceruk Pemilih Baru, Pergantian Ketum PDIP Bawa Angin Segar

SELASA, 28 MEI 2024 | 11:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Meski PDIP berhasil mempertahankan posisi sebagai partai pemenang, jumlah suara yang diperoleh menurun dibanding Pemilu sebelumnya.

Menurut Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, diperlukan langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan PDIP. Salah satunya dengan regenerasi kepengurusan.

"Pilihannya memang sulit bagi Ketum Megawati, apakah ingin mempertahankan rating elektabilitas PDIP yang cenderung menurun di Pileg 2024, atau melakukan pembaharuan-pembaharuan?" tutur Andi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Selasa (28/5).


Analisis Politik Universitas Nasional itu juga mengatakan, pembaharuan kepemimpinan di PDIP diyakini akan membawa angin segar bagi partai.

Perubahan kepemimpinan dinilai akan mampu membuka ceruk-ceruk pemilih baru bagi partai, menjangkau kelompok pemilih yang selama ini mungkin merasa kurang terwakili.

"Saatnya PDIP menempatkan generasi muda dalam struktur partai, menyongsong era baru politik elektoral yang kian kompetitif dan inovatif," tambah Andi.

Seperti diketahui, kader PDIP meminta Megawati Soekarnoputri kembali menjabat sebagai ketua umum periode 2025-2030. Suara itu mengemuka pada forum Rakernas V di Ancol, Jakarta.

Megawati sendiri telah memberi sinyal agar putrinya, Puan Maharani, yang saat ini juga menjabat ketua DPP, bisa menggantikannya sebagai ketua umum.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya