Berita

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kan'ani/Net

Dunia

Iran Kutuk Serangan Brutal di Bamiyan Afghanistan yang Tewaskan Turis Asing

SABTU, 18 MEI 2024 | 15:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Iran mengutuk keras serangan teroris yang terjadi di tempat wisata pegunungan Bamiyan, Afghanistan, yang menargetkan turis asing dan warga sipil.

"Kami mengutuk serangan teroris di kota Bamiyan, Afghanistan, terhadap turis asing dan warga sipil," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani dalam pernyataannya, pada Sabtu (18/5).

Dikutip dari Mehr News, Kan'ani juga menyampaikan simpatinya kepada keluarga para korban dan berharap korban luka segera pulih.


Serangan brutal yang terjadi pada Jumat malam waktu setempat itu melibatkan sejumlah pria bersenjata yang menewaskan seorang warga Afghanistan dan tiga turis asal Spanyol di provinsi Bamiyan, Afghanistan tengah.

Akibat insiden tragis itu, empat warga negara asing lainnya dan tiga warga Afghanistan juga terluka dalam serangan tersebut.

Sampai saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan larut malam itu.

Namun kejadian ini telah menambah daftar panjang serangan kekerasan di Afghanistan, yang menimbulkan keprihatinan internasional mengenai situasi keamanan di negara tersebut.

Bamiyan sendiri dikenal sebagai salah satu tujuan wisata utama Afghanistan dengan situs Warisan Dunia UNESCO yang kini kembali menjadi sorotan akibat serangan mematikan ini.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya