Berita

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman Al Saud

Dunia

Mohammad bin Salman Batalkan Kunjungan ke Pakistan

SELASA, 14 MEI 2024 | 11:56 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman Al Saud, membatalkan rencana kunjungan ke Pakistan yang sedianya dilakukan tanggal  19 Mei mendatang.

Pemerintah Pakistan yang telah mempersiapkan kunjungan penting tersebut selama berminggu-minggu, masih bungkam mengenai alasan di balik penundaan tersebut. Sejumlah sumber, seperti disebutkan Siasat Daily, mengatakan, penundaan kunjungan dilakukan MBS karena tidak senang dengan situasi keamanan di Pakistan yang memburuk akhir-akhir ini.

Mereka mengungkapkan bahwa Putra Mahkota Saudi masih cukup kecewa dengan perkembangan politik di Pakistan, terutama dengan pernyataan yang dibuat oleh beberapa pemimpin baru-baru ini yang dipandang sebagai upaya untuk menyeret Arab Saudi ke dalam urusan internal negara tersebut.


Baru-baru ini, pemimpin Tehreek-e-Insaf (PTI) Pakistan Sher Afzal Marwat menyalahkan ‘pengaruh Saudi’ di belakangnya karena tidak dipertimbangkan untuk menduduki jabatan Ketua Komite Akuntan Publik (PAC).

“Shibli Faraz mengatakan kepada Imran Khan di penjara bahwa Duta Besar Saudi tidak ingin saya ditunjuk sebagai ketua PAC,” kata Marwat saat berbicara kepada media di luar penjara Adyala di Rawalpindi, di mana dia dilarang bertemu dengan mantan Perdana Menteri tersebut.

Bulan lalu, Marwat mengklaim bahwa Arab Saudi adalah “saluran” bagi operasi pergantian rezim yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menggulingkan pemerintahan Imran Khan setelah itu PTI mencopotnya dari komite inti dan politiknya dan juga mengeluarkan pemberitahuan alasan untuk mencobanya. untuk merusak hubungan dengan Arab Saudi.

“Sudah pasti Arab Saudi tidak senang dengan pernyataan Marwat yang terkesan menyalahkan kepentingan politik dalam negeri. Marwat secara langsung menuduh Arab Saudi ikut campur dalam politik Pakistan dan Saudi tidak menoleransi perilaku seperti itu,” kata analis politik senior Javed Siddique sambil mengakui bahwa pembatalan kunjungan MBS ke Pakistan merupakan “kemunduran” besar bagi negara tersebut.

Di sisi lain, sumber-sumber pemerintah berpendapat bahwa ada beberapa hal di bidang ekonomi yang masih perlu diselesaikan antara kedua belah pihak sebelum MBS menyelesaikan kunjungannya ke Pakistan.

Mereka menyatakan bahwa para investor dan pengusaha Saudi, yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Pakistan, tertarik pada beberapa proyek namun syarat-syarat perjanjian tersebut belum diselesaikan.

Setelah MBS menerima undangan PM Pakistan Shehbaz Sharif untuk mengunjungi negara tersebut, pemerintah telah bekerja keras untuk memastikan bahwa kunjungan tersebut tidak ditunda lagi dan pada akhirnya mengarah pada lebih banyak investasi Saudi.

Meskipun juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa revisi jadwal kunjungan tersebut masih dalam proses penyusunan, sumber mengatakan bahwa MBS kemungkinan akan mengunjungi Pakistan pada minggu ketiga bulan Juni, tak lama setelah libur haji dan Idul Adha.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya