Berita

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta Andre Vincent Wenas/RMOL

Publika

Pilkada Bukan Pilkoplo di Tahun 2024

OLEH: ANDRE VINCENT WENAS
SELASA, 16 APRIL 2024 | 04:08 WIB

SIAPA bilang sekarang sudah tenang lantaran Pemilu 2024 katanya usai. Belum. Sabar. Masih ada 500-an lebih daerah yang akan memilih kepala daerah mereka lewat mekanisme Pilkada.

Eventnya bakal diselenggarakan pada 27 November 2024. Ya, tahun ini juga. Praktis sekitar 6-7 bulan lagi sejak April 2024.

Kepala daerah yang masa kepemimpinannya berakhir pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025 bakal dikonteskan. Pilkada serentak seperti ini adalah yang kelima kalinya, tapi yang melibatkan seluruh povinsi, kabupaten dan kota adalah baru pertama kalinya.


Ini event besar-besaran yang berskala nasional, tapi keramaiannya bakal di tiap kabupaten/kota plus provinsi. Kecuali provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang gubernurnya tidak dipilih. Juga walikota/bupati di Jakarta Pusat, Utara, Timur, Barat, Selatan dan Kepulauan Seribu, yang bakal ditunjuk gubernur terpilih nantinya. Bakalan seru.

Pada Pilkada serentak 27 November 2024 melibatkan 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Total 545 daerah di seluruh Indonesia.

Kasak-kusuk (istilah kerennya: lobbying) sekarang tengah berlangsung di antara para politikus (atau partai politik) dan berbagai kelompok kepentingan (vested interest groups).

Undangan ketemuan untuk “ngobrol-ngobrol” seputar kondisi atau permasalahan daerah dan siapa saja kandidat yang dianggap cocok untuk menjadi solusi tengah digodok di internal parpol atau pun ormas. Termasuk juga organisasi-organisasi relawan.

Mulai sekarang kita sudah disuguhi baliho dan iklan di berbagai platform media sosial maupun arus utama.

Beberapa hari lalu kebetulan saya sempat berkunjung ke Kalimantan, Bali, Banten dan Bandung. Di sana pun baliho-baliho “pemanasan” untuk “jual diri” sudah mulai bertebaran. Rasanya daerah lainnya pun tak ketinggalan, hampir pasti sudah banyak pula yang “curi start” berkampanye.

Nama-nama popular mulai digosok kembali, agar tetap mengilap dan punya “nilai jual” di mata para ketum parpol dan para “sponsor”.

Misalnya nama Kaesang Pangarep (PSI), Grace Natalie (PSI), Ahmad Sahroni (Nasdem), Ridwan Kamil (Golkar), Erwin Aksa (Golkar), Ahmad Zaki Iskandar (Golkar) dikabarkan bakal meramaikan bursa calon gubernur/wagub Jakarta.  

Di Bandung ada nama Marshal (PSI) dan beberapa kandidat beken lainnya. Di Banjarmasin dan Manado ada tokoh-tokoh lama maupun baru, juga di daerah-daerah lainnya. Pokoknya bakalan gempita.

Pengusaha (kebanyakan UMKM) di bidang baliho dan atribut kampanye bakal panen raya lagi. Perekonomian yang digerakkan oleh aktivitas politik bergulir lagi.

Begitu pula aktivitas politik yang bersimbiosis dengan kekuatan ekonomi (atau oligarki) menelurkan janji-janji konsesi yang bakal dituai manakala “perebutan kekuasaan” dimenangkannya.

Bursa calon kepala daerah semakin ramai. Mantan kepala daerah seperti Ali Sadikin (zaman lampau) dan duet Jokowi-Ahok (contoh kontemporer) bisa dijadikan role-model kepemimpinan ideal.

Kepala daerah yang mendedikasikan jabatannya untuk membela kepentingan rakyat daerahnya. Pemimpin yang inovatif dan berani membongkar kejumudan di birokrasi.

Berani frontal menghadapi DPRD di daerahnya yang cuma mementingkan pokir-pokir dalam rancangan anggaran daerahnya masing-masing. Padahal semua tahu sama tahu itu hanyalah “proyek-proyek titipan” yang ujungnya bermotif penggarongan berjamaah. Konspirasi antara eksekutif dengan legislatif (plus parpolnya di belakang layar).

Kapan semua itu (konspirasi korupsi yang seolah dilegalkan) bakal berakhir? Kapan transparansi anggaran bisa terealisasi?

Usulan Jeffrie Geovani (Ketua Dewan Pembina PSI) tentang koalisi permanen dengan konsep Barisan Nasional menjadi imperatif. Sehingga Pilkada serentak 2024 ini bisa menjadikan kerja politik kita semakin efisien dan efektif. Bukan sekedar jadi semacam Pilkoplo yang bikin teler dan yang cuma bikin kepala kita geleng-geleng sambil fly.

Kita tidak mau Pilkada serentak 2024 hanya jadi ajang dagang sapi. Siapa bisa jorjoran membakar duit maka dia yang menang. Kita ingin mendapatkan profil kepemimpinan daerah yang seperti Ali Sadikin dan duet Jokowi-Ahok dulu.

Duet Prabowo-Gibran di Istana Negara akan sukses jika ditopang oleh para kepala daerah yang kompeten di seantero Nusantara. Mereka yang bisa bahu membahu dengan pemerintah pusat merealisasikan Asta Citanya Prabowo-Gibran sebagai kelanjutan dari Nawa Citanya Jokowi.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya