Berita

Herman Deru-Mwardi Yahya

Nusantara

PILGUB SUMSEL

Herman Deru Vs Mawardi Yahya, Siapa Menang?

KAMIS, 04 APRIL 2024 | 02:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hampir bisa dipastikan Herman Deru dan Mawardi Yahya tidak lagi maju berpasangan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan 2024. Lantas siapa yang lebih kuat bila keduanya bersaing memperebutkan Sumsel 1.

"Data menunjukan Herman Deru adalah bakal calon kontestan dengan peluang unggul yang tertinggi," kata Peneliti Konsepindo Riset Strategi Jakarta, Aldo Serena, dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (3/4).

Popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas Herman Deru lebih tinggi dibandingkan Mawardi Yahya. Begitupun dengan tingkat kesukaan. Petahana gubernur Sumsel itu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan Mawardi.


"Jadi incumbent (Herman Deru) yang kuat. Siapapun yang mau mengalahkannya termasuk Mawardi Yahya harus kerja keras,” kata Aldo.

Data lapangan sampai hari ini menunjukan elektabilitas Herman Deru tertinggi dari sejumlah nama bakal kandidat cagub Sumsel. Posisinya sulit dikejar termasuk oleh Mawardi Yahya yang tertinggal jauh dan butuh usaha ekstra untuk bisa mengejar ketertinggalan.

Herman Deru sudah pasti maju lagi di Pilgub Sumsel 2024. Sedianya akan kembali berpasangan dengan Mawardi Yahya. Namun Mawardi malah curi start dengan mendeklarasikan pasangan Mawardi-Harno Joyo sebagai pasangan cagub dan cawagub. Menurut kabar Herman Deru cukup kaget tapi tak bisa menolak. Ia pun menyatakan siap bertarung melawan mantan wakilnya itu.

Aldo Serena menyebut, pertarungan sesama petahana seringkali dimenangkan oleh mantan kepalanya daripada mantan wakilnya. Itu karena secara de facto kekuasaan menang ada di tangan kepala, sang wakil hanya ban serep. Menurutnya itu common sense.

Selama masa pileg dan pilpres lalu banyak survei yang digelar mendapati elektabilitas Herman Deru cukup tinggi. Hal ini membuat ia jadi sasaran lempar.

Meski sudah tak menjabat, serangan terhadap Herman Deru intensitasnya makin meninggi bahkan sudah bercampur dengan negative campaign dan black campaign. Padahal pendaftaran peserta pilkada belum juga dibuka.

“Saya kira semakin Herman Deru diserang berarti data survei yang dimiliki penyerang menunjukan Herman Deru tertinggi peluang menangnya. Saran saya Herman Deru tidak usah menanggapi berbagai serangan. Belanda masih jauh,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya