Berita

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia/RMOL

Politik

Komisi II DPR Amini Permintaan KPU Tunda Rapat Evaluasi Pemilu 2024

KAMIS, 14 MARET 2024 | 17:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rapat evaluasi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 dipastikan batal diselenggarakan pekan ini. Penyebabnya, Komisi II DPR RI mendapat surat permintaan penundaan dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menjelaskan, jadwal rapat evaluasi Pemilu Serentak 2024 tidak jadi dilaksanakan pekan ini karena satu alasan.

"Belum (ada rapat evaluasi Pemilu Serentak 2024 pekan ini). Diundur. Jadi kita dapat surat dua hari yang lalu dari KPU, bahwa karena mereka minta atau sedang berkonsentrasi dalam (rapat pleno) rekapitulasi secara nasional," ujar Doli kepada wartawan, Kamis (14/3).


Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, alasan KPU tak bisa hadir dalam rapat evaluasi pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 dapat dipertimbangkan.

"Dan kita sama-sama tahu mereka lagi konsentrasi tinggi sampai bermalam-malam, karena kita kan juga punya saksi-saksi di sana," ucapnya.

Oleh karena itu, Doli memastikan pekan ini tidak ada rapat evaluasi pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 yang dilaksanakan oleh Komisi II DPR RI dengan lembaga-lembaga penyelenggara pemilu termasuk KPU RI.

"Jadi biarkan saja mereka dulu bekerja sampai 20 Maret, lalu kita undang," demikian Ahmad Doli Kurnia.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya