Berita

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Suara PSI Melonjak, DPR Didorong Gunakan Hak Angket dan Bentuk Pansus

MINGGU, 03 MARET 2024 | 12:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Hak angket dan Panitia Khusus (Pansus) DPR RI sangat diperlukan untuk mengusut dugaan penggelembungan suara partai politik (parpol), salah satunya diduga adanya agenda untuk meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan.

Menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, cara Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong partai yang dipimpin anaknya, Kaesang Pangarep untuk masuk ke Senayan hampir sama dengan caranya untuk meloloskan anaknya yang lain, yakni Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Jadi Jokowi mau melengkapi perjuangan untuk jadikan anaknya di eksekutif maupun legislatif. Maka Jokowi menabrak segala apa saja, demi kepentingan dan kemauannya," kata Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/3).


Untuk itu, lanjut Muslim, hak angket dan pansus DPR sangat diperlukan untuk mengusut tindakan Presiden Jokowi dimaksud yang dicurigai agar selamat dan tenang setelah tidak berkuasa lagi dengan mengamankan dirinya melalui anak-anaknya, baik di pemerintahan maupun di parlemen.

"Jadi kalau hasil PSI jauh dari quick count dan terlihat aneh dan keganjilan saat ini, saya kira karena bisa jadi agenda quick count hanya untuk Gibran bagaimana jadi wapres. Sedangkan quick count belum atau tidak di-setting untuk Kaesang, maka Jokowi berjuang lagi. Bisa jadi dengan merekayasa angka melalui KPU dan atau MK dengan penghapusan PT 4 persen di DPR," pungkas Muslim.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya