Berita

Politikus Partai Gerindra, Mulyadi/RMOLJabar

Politik

Pendukung Paslon yang Kalah dalam Pilpres Diajak Segera Move on

MINGGU, 03 MARET 2024 | 00:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Suasana kebatinan waktu kalah dalam pilpres sudah berulangkali dirasakan oleh kader-kader Partai Gerindra. Sehingga mereka bisa mengerti apa yang dirasakan pihak-pihak yang saat ini kalah dalam Pilpres 2024.

"Jadi kita paham betul, bagaimana sedih, marah, uring-uringan, menyalahkan dengan kalimat curang. hasil pemilu rekayasa, dan sebagainya. Karena sekali lagi kita pernah berada di posisi anda," kata politikus Partai Gerindra, Mulyadi, dalam keterangannya yang dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (2/3).

Mulyadi menceritakan, para pendukung Prabowo Subianto sudah merasakan pahitnya kekalahan di tiga kali pilpres.


"Saat kami kalah, ternyata kami tidak harus ngontrak ke planet lain. Kami tetap hidup di Indonesia dan menikmati hasil-hasil pembangunan dan program-program serta kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang ditakdirkan Tuhan untuk memimpin Indonesia," tutur anggota DPR RI ini.

Untuk itu, Mulyadi meminta para pendukung paslon yang kalah tidak dibutakan oleh kebencian dan kekecewaan akibat jagoannya gagal di pilpres.

"Belajarlah dari Pak Prabowo. Beliau berkali kali kalah dan tidak pernah menyerah. Kalah, maju lagi, kalah, maju lagi, kalah, maju lagi," tegasnya.

Mulyadi pun mengajak para pendukung paslon yang kalah di Pilpres 2024 untuk segera move on dan meminta mereka tak terus menerus dijadikan alat bargaining oleh elite politik.

"Jangan-jangan para pendukung yang kalah membabi buta hanya dijadikan alat untuk menekan supaya mendapatkan porsi kekuasaan lebih besar," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya