Berita

Pedagang cabai di Pasar Pulau Emas/RMOLSumsel

Nusantara

Harga Cabai di Empat Lawang Sempat Melonjak Gara-gara Caleg Ramai Gelar Pesta

SENIN, 26 FEBRUARI 2024 | 01:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski hasil perolehan suara Pemilu 2024 masih dalam tahap rekapitulasi, namun sudah banyak caleg yang merayakan kemenangan bersama tim serta masyarakat dengan menggelar hajatan.

Hal itu rupanya berimbas terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat. Seperti yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Harga cabai di Pasar Pulau Emas, Kecamatan Tebing Tinggi sempat melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini dipicu tingginya permintaan masyarakat akibat banyak caleg yang menggelar hajatan.


"Kemarin permintaan meningkat. Stok normal tapi permintaan meningkat. Nah berdasarkan informasi dari pedagang, karena banyak caleg yang sedekah, jadi permintaan cabai banyak," kata Kabid Perdagangan, Ade Chandra saat dibincangi Kantor Berita RMOLSumsel, Minggu (25/2).

Ade menambahkan, saat ini harga cabai sudah berangsur turun, seiring menurunnya permintaan dari masyarakat.

"Alhamdulillah sekarang sudah mulai berangsur normal kembali," imbuhnya.

Di sisi lain, kebutuhan cabai akan kembali meningkat mengingat tak lama lagi memasuki Ramadan.

"Biasanya jelang puasa permintaan cabai kembali meningkat. Kami saat ini terus memantau stok dan permintaan yang ada untuk mengantisipasi lonjakan harga," tuturnya.

Saat ini, di Kabupaten Empat Lawang harga komoditas cabai merah keriting Rp85.000 per kg, cabai merah besar Rp80.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp70.000 per kg.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya