Berita

Saleh Husin usai menjalani sidang promosi doktor di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Sabtu (24/2)/Istimewa

Politik

Pertahankan Disertasi Doktor di UI, Saleh Husin: Hilirisasi Industri Sawit Kunci Kendalikan Ekspor dan Harga di Pasar Internasional

MINGGU, 25 FEBRUARI 2024 | 23:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menteri Perindustrian RI periode 2014-2016, Saleh Husin, menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Sabtu (24/2) di Makara Art Center, Kampus UI Depok.

Saleh Husin mengangkat disertasi dengan judul “Hilirisasi Industri Sawit untuk Memperkuat Perekonomian Nasional dan Meningkatkan Posisi Tawar Indonesia dalam Perdagangan Dunia”.

Sidang Terbuka ini dipimpin oleh Ketua Sidang Athor Subroto. Sedangkan Promotor adalah Prof Chandra Wijaya; KoPromotor 1 Dr A. Hanief Saha Ghafur; dan KoPromotor 2  TM Zakir Machmud PhD.


Adapun para penguji yakni Dr Polit Sc. Henny Saptatia, Dr Fibria Indriati Dwi Liestiawati, Muliadi Widjaja PhD, Mohamad Dian Revindo PhD, dan Muhammad Syahroni Rofii PhD.

Dalam paparan disertasinya, Saleh Husin menegaskan bahwa Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia, seharusnya dapat mengendalikan perdagangan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO)di pada pasar internasional.

“Hilirisasi dapat memperkuat perekonomian nasional dengan meningkatkan nilai ekspor, menurunkan impor, menghemat devisa, sehingga menambah produk domestik bruto,” ucap Saleh Husin melalui keterangannya, Minggu (25/2).

Hilirisasi juga meningkatkan produktivitas petani sawit, maupun industri pengolahan sawit, sehingga menyerap tenaga kerja lebih banyak. Kemudian, hilirisasi membuat Indonesia memiliki kemampuan lebih besar dalam mengendalikan harga sawit internasional, karena industri sawit nasional tidak lagi tergantung pada ekspor bahan mentah.

Besar kecilnya suplai sawit di pasar internasional dikendalikan oleh Indonesia sesuai dengan besar kecilnya kebutuhan sawit di dalam negeri.

Saleh Husin juga mendorong pemerintah untuk memberikan insentif perpajakan guna mengundang investasi produk hilir kelapa sawit pada tingkat akhir. Seperti produk kosmetika, makanan kemasan, dan bahan bakar sawit.

Dia pun mengapresiasi kebijakan industri sawit dalam PP No. 74 Tahun 2022, sekaligus berharap tetap dilanjutkan dan dipercepat pelaksanaannya. Ekspor sawit perlu didukung oleh peraturan-peraturan yang lebih sederhana, serta pemberian insentif untuk ekspor produk hilir.

“Penting pula untuk meningkatkan aktivitas bursa sawit Indonesia sehingga pengendalian harga sawit internasional dapat berada di Indonesia,” tegas Saleh Husin yang juga merupakan Managing Director Sinar Mas.

Lebih lanjut, disimpulkan Saleh Husin, hilirisasi industri kelapa sawit merupakan bagian dari industrial deepening kelapa sawit yang menjadi kunci peningkatan perekonomian nasional dan kesejahteraan bangsa.

Saleh juga menunjukkan kalkulasi yakni apabila penurunan ekspor produk hulu sebesar 5 persen dan ekspor produk hilir meningkat 15 persen, maka diperkirakan devisa Indonesia akan meningkat sebesar 7 miliar dolar AS per tahunnya atau hampir Rp110 triliun dengan kurs dollar AS sebesar Rp15.600. Sehingga Produk Domestik Bruto yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat.

Saleh Husin optimistis hilirisasi akan sukses asalkan didukung oleh kebijaksanaan dalam regulasi dan perpajakan ekspor minyak kelapa sawit yang lebih sederhana. Untuk itu, diperlukan adanya suatu instrumen untuk mengurangi ekspor produk hulu dan meningkatkan ekspor produk hilir kelapa sawit.

“Hilirisasi merupakan kunci untuk mengendalikan ekspor minyak kelapa sawit, dengan demikian Indonesia dapat mengendalikan harga internasional, yang selama ini lebih dikendalikan oleh bursa Malaysia dan Belanda,” kata Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini.

Tak tanggung-tanggung, dia juga memacu pemerintah Indonesia untuk berani mengurangi volume ekspor minyak sawit ke Malaysia dan Belanda. Sehingga Belanda jika ingin membeli sawit langsung dari Indonesia, tak perlu dengan perantaraan Malaysia. Demikian pula dengan negara-negara pengimpor minyak kelapa sawit dari Belanda.

Meski demikian, Saleh tetap mengingatkan agar langkah tegas ini dilakukan dengan perhitungan yang cermat untuk menentukan pengurangan volume ekspor yang optimal yang tidak merugikan Indonesia sendiri.

“Di sisi lain, manfaat pengurangan ekspor ini juga dapat menepis kampanye negatif yang dilancarkan oleh Eropa,” jelasnya.

dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor ini sejumlah tamu penting turut menghadiri. Mulai dari mantan wakil presiden, menteri, mantan menteri, wantimpres, pimpinan MPR/DPR, sejumlah anggota DPR lintas fraksi, Hakim MK. Lalu sejumlah eselon 1 kementerian, sejumlah rektor dan dekan, para eksekutif BUMN dan swasta, Pj gubernur, beberapa perwira tinggi TNI/Polri, pimpinan media, sejumlah asosiasi, selebriti, pimpinan ormas, dan para kerabat Saleh Husin dari berbagai komunitas.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya