Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Efisiensi Perusahaan, Zoom akan PHK 150 Karyawan

JUMAT, 02 FEBRUARI 2024 | 12:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Zoom Video Communications menjadi perusahaan teknologi terbaru yang akan melakukan pengurangan karyawan.

Mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, Bloomberg melaporkan Jumat (2/2), pengurangan akan berpengaruh ke 150 pekerjaan, atau kurang dari 2 persen dari tenaga kerja.

Sumber tersebut mengatakan pengurangan karyawan tidak berlaku di seluruh perusahaan dan Zoom akan terus menambah orang pada tahun 2024 di berbagai bidang seperti kecerdasan buatan, penjualan, dan teknik.


“Kami secara rutin mengevaluasi tim kami untuk memastikan keselarasan dengan strategi kami,” kata juru bicara Zoom.  

“Sebagai bagian dari upaya ini, kami mengambil kembali peran untuk menambah kemampuan dan terus merekrut karyawan di bidang-bidang penting di masa depan," katanya.

Setelah menarik perhatian publik selama pandemi Covid-19, Zoom kesulitan mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang tinggi.  

Zoom merupakan platform video conference yang kerap dijadikan wadah untuk melakukan meeting secara online. Aplikasi ini banyak digunakan pada saat pandemi ketika mobilitas masyarakat sangat terbatas dan banyak aktivitas dilakukan dari rumah.  

Zoom didirikan dengan nama Zoom Technologies Inc. oleh Erick Yuan yang berkebangsaan Amerika Serikat dan China.

Perusahaan telah berupaya untuk melampaui layanan rapat video dengan menawarkan rangkaian aplikasi yang lebih luas untuk bisnis, seperti perangkat lunak pusat kontak dan obrolan persisten yang mirip dengan Slack dari Salesforce.  

Zoom Phone, salah satu taruhan sekunder terpenting perusahaan, baru-baru ini mencapai 7 juta pengguna berbayar. Namun, penawaran-penawaran baru ini belum mempercepat pertumbuhan secara signifikan.

Gelombang baru pemutusan hubungan kerja di awal tahun ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi kini lebih cepat memecat pekerjanya dan dengan cepat mengubah prioritasnya dibandingkan sebelumnya.  

Sejumlah nama besar seperti Microsoft, Google, Amazon.com dan Salesforce telah mengumumkan pengurangan tenaga kerja. Secara terpisah pada Kamis, perusahaan perangkat lunak Okta mengatakan akan menghilangkan 7 persen stafnya untuk mengurangi biaya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya