Berita

Mantan Ketua Umum Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI), Denny JA/Ist

Politik

Denny JA: Lembaga Survei Tak Wajib Ungkap Donatur

JUMAT, 02 FEBRUARI 2024 | 11:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tantangan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sotarduga agar lembaga survei membuka pihak yang membiayai pelaksanaan survei, direspons oleh mantan Ketua Umum Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI), Denny JA.

Denny mengatakan, dalam lembaga survei dikenal client confidentiality atau kerahasiaan klien. Menurutnya, ini merupakan satu hubungan profesi yang menjamin dan memberikan hak kepada klien untuk privasi, untuk tak ingin dirinya diketahui.

"Hak privacy adalah hak universal yang berlaku dalam hubungan klien dengan banyak profesi. Misalnya, klien tak ingin diketahui identitasnya di dunia profesi medis, pengacara, keuangan, kedokteran,  psikiater dan juga hubungan antara klien dan konsultan politiknya," kata Denny melalui siaran persnya, Jumat (2/2).


Denny menerangkan, munculnya client confidentiality karena seringkali terjadi efek publikasi mengganggu kehidupan klien. Dunia profesi akhirnya memberi hak kepada klien yang tidak mau ikut menanggung resiko dari publikasi mengenai identitasnya.

"Pembeli jasa survei memang banyak pihak. Di samping pengusaha, calon presiden, politisi, partai politik, juga Universitas, jurnal akademik, institusi rating dan media," kata Denny.

Denny berpandangan, jika lembaga survei membongkar, memberitahu nama klien tanpa persetujuan klien, tak hanya melanggar etika profesi,  tapi lembaga survei itu bisa dituntut secara hukum.

"Asosiasi lembaga survei juga menghormati hak klien untuk privasi," kata Denny.

"Asosiasi lembaga survei juga tidak mewajibkan lembaga survei mengumumkan siapa kliennya, siapa pendananya," sambungnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sotarduga menantang LSI Denny JA untuk buka-bukaan siapa yang mendanai pelaksanaan surveinya.

"Siapa yang membiayai survei?" tanya Eriko.

Eriko mengatakan, melalui Fraksi PDIP DPR akan mendorong seluruh lembaga survei untuk membuka siapa yang membiayai pelaksanaan survei.

"Tidak ada yang bisa membiayai (pelaksanaan survei) dirinya sendiri, kecuali Litbang Kompas, karena punya anggaran untuk itu," kata Eriko.

Sementara lembaga survei lainnya, kata Eriko, mengutip pernyataan politikus PDIP lainnya, Bambang Wuryanto, pelaksanaan survei nasional minimun membutuhkan anggaran Rp1,2 miliar.

"Ada yang mampu menyelenggarakannya sendiri?" tanya Eriko.

"Jadi tanyakan sama LSI Denny JA, siapa yang membiayai. Ayo dibuka?" sambungnya.



Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya