Berita

Cawapres Nomor Urut 3 Mahfud MD/Repro

Politik

DEBAT PILPRES 2024

Korupsi Ekologi Masih Marak, Mahfud MD Desak Keterbukaan Informasi Agraria

MINGGU, 21 JANUARI 2024 | 20:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Maraknya korupsi di sektor pertambangan, perikanan ilegal, dan pembalakan liar yang masih terjadi harus diselesaikan. Kuncinya adalah keterbukaan informasi di semua sektor itu.

Demikian ditegaskan Cawapres Nomor Urut 3 Mahfud MD  ketika menjawab pertanyaan panelis selama debat keempat bertemakan Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat, dan Desa, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (21/1).

“Sebenarnya persoalan penyelesaian SDA (Sumber Daya Alam) dan energi selalu harus menyeluruh dari hulu ke hilir. Keterbukaan informasi agraria termasuk kehutanan misalnya,” kata Mahfud.


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini membeberkan pengalamannya sendiri terkait sidang-sidang yang berkaitan dengan praktik korupsi sektor SDA.

“Saya ini punya pengalaman di dalam sidang-sidang yang membicarakan tentang ini, informasinya tertutup,” sesal Mahfud.

Menurut Mahfud, informasi yang tertutup itu menjadi salah satu kendala untuk melacak pelanggaran yang terjadi di sektor SDA, khususnya sektor agraria.  

“Siapa yang punya lahan ilegal di sebelah sana? Ketika dibuat daftar, enggak ada di dalam daftar? Sementara ada masyarakat yang punya data. Ketika ditanyakan baru ditunjukkan. Jadi penyelesaiannya enggak bisa secara menyeluruh, karena kemudian atas nama keterbukaan informasi publik, mereka katakan ini rahasia,” ungkap Menko Polhukam RI ini.

Padahal, kata Mahfud, keterbukaan informasi publik, tak terkecuali sektor agraria, sangat penting dalam rangka memberantas korupsi yang terjadi di sektor itu.

“Enggak bisa dong, rahasia itu kan bukan yang tentang data perampasan tanah-tanah rakyat, kasus-kasusnya di mana, siapa yang meyerobot, perkebunan sawit. Itu kan harus datanya lengkap,” tegas Mahfud.

Untuk itu, Mahfud kembali menegaskan pentingnya keterbukaan informasi sebagai basis untuk penyelesaian berbagai persoalan agraria.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya