Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam/Istimewa

Politik

Isu Pemakzulan Sengaja Diembuskan untuk Jatuhkan Kandidat Capres Lawan

SELASA, 16 JANUARI 2024 | 08:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Isu pemakzulan Presiden Joko Widodo yang santer belakangan ini dianggap sebagai isu pamungkas yang sengaja diembuskan untuk menjatuhkan kandidat capres-cawapres tertentu. Sebab, pemakzulan akan sulit terjadi.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, isu pemakzulan sulit dan tidak akan terjadi. Selain terkesan sarat dengan kepentingan, isu tersebut tidak akan berpengaruh kepada elektabilitas serta pilihan politik masyarakat.

"Isu pemakzulan adalah isu pamungkas yang sengaja ingin diembuskan untuk menjatuhkan kandidat tertentu. Namun saya lihat tidak akan signifikan (berpengaruh terhadap elektabilitas), karena publik sudah tahu mana yang harus dipilih mana yang tidak harus dipilih," kata Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/1).


Terlebih lagi, lanjut akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, isu pemakzulan atau impeachment ini pada akhirnya akan berujung di partai politik. Sementara Parpol saat ini masih terkonsentrasi penuh pada upaya pemenangan masing-masing kandidat baik pileg maupun pilpres.

Untuk itu, jika isu pemakzulan terus diembuskan, justru akan mendapatkan penilaian yang buruk dari publik. Karena pihak-pihak tersebut dianggap tidak kreatif dalam memainkan strategi guna pemenangan calon dalam pilpres yang tidak lama lagi akan dilangsungkan.

"Saya kira itu hanyalah isu murahan. Mestinya jika terdesak oleh kemungkinan kekalahan tidak dengan menggunakan isu pemakzulan. Harusnya lebih fokus kepada strategi pemenangan yang efektif guna dapat memikat suara publik," pungkas Saiful.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya