Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

Tesla Tarik 1,6 Juta Mobil Listrik di China

SABTU, 06 JANUARI 2024 | 13:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah laporan melesatnya angka penjualan mobil listrik China BYD, Tesla menarik kembali lebih dari 1,6 juta kendaraannya di China karena masalah perangkat lunak kemudi dan sistem penguncian pintu.

BBC melaporkan Jumat (5/1), penarikan kembali tersebut mencakup model S, X, 3 dan Y, serta 7.538 kendaraan yang diimpor.

Masalah tersebut akan diatasi dengan pembaruan perangkat lunak jarak jauh, yang berarti kendaraan tidak perlu dibawa ke dealer atau bengkel.


Meskipun perbaikan akan dilakukan secara jarak jauh, regulator China, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR), menggambarkan rencana pembaruan kendaraan tersebut sebagai penarikan kembali.

"Tesla akan merilis pembaruan perangkat lunak melalui udara untuk total 1.610.105 kendaraan, termasuk Model S dan X yang diimpor serta mobil Model 3 dan Y buatan Tiongkok yang dibuat dari tahun 2014 hingga 2023," kata SAMR.

Regulator menambahkan, hal ini untuk mengatasi masalah pada fungsi autosteer dan mengurangi risiko tabrakan.

“Untuk kendaraan yang termasuk dalam cakupan penarikan ini, ketika fungsi kemudi berbantuan otomatis diaktifkan, pengemudi dapat menyalahgunakan fungsi mengemudi berbantuan gabungan tingkat dua, sehingga meningkatkan risiko tabrakan kendaraan dan menimbulkan bahaya keselamatan,” jelas SAMR.

Ini merupakan pukulan kedua bagi Tesla, setelah BYD China menyalip penjualan mobil listrik buatannya di seluruh dunia pada kuartal terakhir tahun 2023.

Tesla memiliki pasar konsumen yang besar di China - di mana masyarakat didorong untuk membeli kendaraan listrik dan hibrida melalui subsidi. Negara ini bertujuan untuk memiliki sebagian besar mobil bertenaga energi ramah lingkungan pada tahun 2035.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya