Berita

Ketua Presidium Pusat PPI Anas Urbaningrum bersama Kapimda PPI Wilayah Jawa Barat, Ahmad Baehaqi Al Abrori (kanan)/Ist

Politik

PPI Jabar Kritisi Rencana Prabowo Impor 1,5 Juta Sapi

SABTU, 06 JANUARI 2024 | 00:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Pimpinan Daerah Perhimpunan Pergerakan Indonesia (Kapimda PPI) Wilayah Jawa Barat (Jabar), Ahmad Baehaqi Al Abrori mempertanyakan program impor 1,5 juta sapi oleh pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Baehaqi yang juga penggiat koperasi susu di Lembang, program tersebut menunjukkan tidak ada analisis yang jelas dari Prabowo terhadap persoalan susu dan tata niaganya.

“Itu tidak sesuai dengan komitmen yang selama ini ditunjukkan oleh Prabowo untuk mendukung kepentingan rakyat Indonesia khususnya peternak lokal,” kata Ahmad Baehaqi dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/1).


Dia menunjukkan bukti, wacana dan ide Prabowo impor 1,5 juta sebagai perencanaan yang tidak jelas.

“Itu menggunakan analisa ngawur, dengan menunjukkan bukti bahwa Kementerian Pertanian belum mencabut tentang larangan membeli daging sapi dari India dan Brazil sampai sekarang. Alasan dari larangan itu adalah masih adanya wabah penyakit mulut dan kuku di sana,” jelasnya.

Ahmad Baehaqi yang juga penggiat ternak ini menegaskan secara kualitas bibit, sapi perah India dan Brazil jauh lebih rendah kualitasnya dibanding kualitas sapi perah yang ada di indonesia,

“Jika Capres 02 Prabowo Subianto memaksakan jutaan impor sapi perah dari India, maka peternakan kita akan mundur beberapa dekade dan bisa mengalami kehancuran,” ungkapnya.
   
Lanjut dia, wacana  impor bibit sapi perah ini juga tidak jelas menggunakan  lembaga dan simpul produksi apa yang akan menanganinya.

"Apa akan ditangani food estate, atau mendorong BUMN pangan, atau IPS (industri pengolah susu) atau koperasi?" tanya Ahmad Baehaqi.

Dia meminta daripada sibuk membuat wacana impor sapi dari luar lebih baik melakukan beberapa hal guna menopang pembagian susu gratis.

“Gerakkan pemerintah bersama koperasi untuk mengadakan proses pembesaran bibit yang pedetnya dihasilkan dari peternak rakyat. Selain pertimbangan kesehatan hewan juga agar devisa negara bisa dihemat,” ungkapnya lagi.

Kemudian, dia menegaskan perlunya mengadakan pembatasan impor susu skim oleh industri pengolah susu atau IPS.

“Data di Jatim (Jawa Timur), peternak ambyar karena banyak susu peternak tidak diserap IPS,” beber dia.

Masih kata Ahmad Baehaqi, pembagian susu harus libatkan industri susu yang dibangun koperasi, agar lembaga koperasi tumbuh sampai final produk.

“Bentuk komitmen hilirisasi pangan berbasis koperasi, apalagi kabarnya Prabowo adalah Ketua Dewan Pembina Dekopin yang seharusnya memberdayakan koperasi khususnya koperasi peternak susu, bukan membunuhnya,” seloroh dia.

Dia menegaskan kembali agar jangan sampai ide dan gagasan menambah populasi sapi hanya menguntungkan importir atau malah para pemburu rente sesaat yang juga ikut menyuburkan praktik korupsi lagi.

“Akhirnya pembagian susu diserahkan lagi ke Industri pengolahan susu atau IPS lagi. Sedangkan rakyat, khususnya jutaan peternak gigit jari atas program yang sudah terlanjur dibiayai negara puluhan atau sampai ratusan triliun ini,” pungkasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Capres Nomor urut 2, Prabowo Subianto mengutarakan niat tersebut saat menghadiri diskusi PWI di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).

“Jadi, kita mungkin harus impor 1 juta atau 1,5 juta sapi. Dalam dua tahun dia akan melahirkan, kita akan punya 3 juta. Kira-kira begitu strategi kita," kata Prabowo.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya