Berita

Ilustrasi Foto/Net

Nusantara

Ribuan Anak Nelayan Aceh Terima Bantuan Pendidikan Hingga Perguruan Tinggi

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 18:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sebanyak 50.272 anak nelayan telah menerima bantuan pendidikan Yayasan Pangkai Meureunoe Aneuk Nelayan (YPMAN) di Aceh. Dana pendidikan reguler ini telah disalurkan sejak 2001-2023 atau selama 22 tahun.

Ketua Umum YPMAN Mawardi Ismail, menuturkan bahwa bantuan pendidikan reguler bagi anak nelayan di Aceh ini diterima dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Dia menjelaskan, meski menghadapi kendala yang cukup signifikan, namun berkat kerjasama semua pihak, penyaluran bantuan pendidikan ini dapat dilaksanakan tepat waktu.


"Kami terus berinovasi dan bekerja keras dengan berbagai upaya agar pendapatan yayasan dapat survive dan bantuan pendidikan anak nelayan tidak tersendat," kata Mawardi dikutip Kantor Berita RMOLAceh, Senin (1/1).

Dia menyebut, sejak didirikan hingga kini, 75 persen dari hasil usaha dana abadi YPMAN diperuntukkan untuk bantuan pendidikan atau beasiswa anak nelayan Aceh, 10 persen untuk penambahan dana abadi, dan 15 persen untuk operasional Yayasan, termasuk bantuan operasional Panglima Laot Aceh, 18 Panglima Laot kabupaten/kota dan 179 Lhok di Aceh.

"Para panglima laot berperan mengumpulkan dokumen dan merekomendasikan anak nelayan yang memenuhi kriteria sebagai calon penerima bantuan," ujar dia.  

Selain itu, kata dia, pada tahun ini YPMAN akan memperkenalkan beasiswa kompetitif. Dimana program ini diperuntukkan untuk 36 anak nelayan untuk jenjang perguruan tinggi.

Mawardi mengatakan, program ini menyasar mahasiswa berprestasi dan keluarga nelayan kurang mampu dari 18 kabupaten/Kota dalam wilayah panglima laot setempat.

Menurut dia, setiap wilayah panglima laot kabupaten/kota dapat mengusulkan dua orang calon penerima, YPMAN akan mengalokasikan masing-masing Rp 1 juta per bulan per mahasiswa selama melaksanakan kuliah.

"Dengan catatan tidak lebih dari delapan semester serta indeks prestasi kumulatifnya minimal 3,00 yang dibuktikan dengan kartu hasil studi setiap semester," sebutnya.

Mawardi berharap, program beasiswa kompetitif dapat lebih bermanfaat dan mempercepat peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pendidikan di Tanah Rencong.

“Kita berharap, beasiswa kompetitif dapat lebih bermanfaat dan membantu memastikan keberlanjutan studi anak nelayan memperoleh pendidikan yang layak dan kemudian mereka akan berkontribusi kembali meningkatkan kesejahteraan nelayan secara lebih nyata dan luas," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YPMAN, Mustafa Abubakar, mengapresiasi inovasi pengurus dalam meningkatkan pendapatan yayasan serta menciptakan program baru ini.

“Bahkan, di tengah perekonomian yang tidak baik, berhasil meluncurkan program beasiswa kompetitif sebagai program baru yayasan," ujar Mustafa Abubakar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya