Berita

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD/Net

Politik

Posisi Politik Ganjar-Mahfud Belum Kena di Hati Rakyat

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 14:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Merosotnya elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 03 disebabkan karena posisi politik Ganjar Pranowo dan Mahfud MD belum kena di hati rakyat.

Analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpendapat Ganjar-Mahfud belum memiliki sikap politik yang pasti dalam pertarungan Pilpres 2024 ini.

"Positioning Ganjar, ini saya mengatakannya tidak dalam posisi keberlanjutan, yang itu sudah diambil oleh Prabowo-Gibran, artinya koalisi keberlanjutan itu dalam posisi di Prabowo-Gibran," kata Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/1).


"Yang kedua, juga tidak dalam posisi perubahan, yang diambil oleh pasangan Amin," imbuhnya.

Menurutnya, karena ketidakjelasan posisi politik Ganjar-Mahfud itu yang membuat elektabilitasnya menurun lantaran rakyat belum sepenuhnya mengetahui apa yang akan dilakukan paslon nomor urut 3 itu.

"Jadi, posisi Ganjar-Mahfud ini, dalam konteks positioning koalisi, positioning branding itu belum dapet, enggak kena, belum nendang, belum ketemu," jelasnya.

Di satu sisi, kata Ujang, koalisi Prabowo-Gibran keberlanjutan, ingin membangun melanjutkan pemerintahan Jokowi, posisi Anies adalah perubahan, lalu tadi Ganjar-Mahfud belum dapat.

"Maka slogan belum kena ke hati rakyat itu yang membuat branding Ganjar-Mahfud belum maksimal. Sehingga elektabilitasnya bisa saja turun," tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya