Berita

Warga Israel bersorak menyambut kepulangan pada sandera yang dibebaskan Hamas pada Minggu, 26 November 2023/Net

Dunia

Hari Ketiga Gencatan Senjata, Hamas Bebaskan 17 Sandera

SENIN, 27 NOVEMBER 2023 | 07:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kelompok militan Hamas membebaskan 17 sandera baru di hari ketiga gencatan senjata di Jalur Gaza. Sebanyak 14 orang di antaranya merupakan warga asli Israel, serta satu orang lain berasal dari Amerika.

Menurut laporan Associated Press pada Minggu (26/11), sebagian besar sandera diserahkan langsung ke pangkalan angkatan udara Israel. Beberapa di antara mereka diantar melalui Mesir.

Tentara Israel mengatakan, salah satu sandera lansia langsung diterbangkan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan yang memburuk.


"Elma Avraham, berusia 84, berada dalam kondisi yang mengancam nyawa sebagai akibat dari jangka waktu yang lama, ketika seorang wanita lanjut usia tidak mendapat perawatan yang diperlukan," ungkap laporan tersebut.

Sandera termuda yang dibebaskan adalah Abigail Edan, seorang gadis berusia 4 tahun dan warga negara ganda Israel-Amerika yang orang tuanya terbunuh dalam serangan Hamas.

Sebaliknya, Israel dilaporkan telah membebaskan 39 tahanan Palestina dari penjara.

Tahanan Palestina yang dibebaskan adalah anak-anak dan remaja putra, berusia 15 hingga 19 tahun. Sebagian besar dari mereka dituduh melakukan kekacauan publik dan perusakan properti Israel.

Dalam beberapa kasus, mereka ditangkap karena menyebabkan atau mengancam kekerasan fisik terhadap petugas Israel dengan melemparkan batu dan bom molotov.

Pertukaran keempat diperkirakan terjadi pada hari Senin (27/11), hari terakhir gencatan senjata di mana total 50 sandera dan 150 tahanan Palestina akan dibebaskan. Sebagian besar adalah perempuan dan anak di bawah umur.

Sejak diterapkan pada Jumat (24/11), gencatan senjata telah memberi kelonggaran bagi 2,3 juta penduduk Gaza, yang masih belum pulih dari pemboman Israel yang tiada henti.

Menurut PBB, gencatan senjata memungkinkan peningkatan pengiriman makanan, air dan obat-obatan ke volume terbesar sejak dimulainya perang.

Kendati demikian, PBB menilai pengiriman 160 hingga 200 truk sehari tidaklah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan korban terdampak di Gaza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya