Berita

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Publika

Kekalahan Megawati dan Kemenangan Kritis Jokowi

OLEH: ADIAN RADIATUS
SELASA, 14 NOVEMBER 2023 | 13:48 WIB

KEWIBAWAAN Megawati Soekarnoputri dan PDIP-nya sedang mendapat ujian 'rongrongan' setelah serangkaian manuver politik yang tak lazim ditampilkan lewat peluang jalur kontestasi Pemilu, khususnya Pilpres 2024.

Tak lazim. Karena dilakukan oleh sosok yang selama ini disebut sebagai petugas partai dengan posisi tak tanggung-tanggung, yaitu Presiden sekaligus Kepala Negara bernama Joko Widodo alias Jokowi.

Jokowi sejak pertengahan tahun lalu sudah menjadi semacam "produser" untuk drama politik berjudul 'tiga periode'. Sedangkan "sutradara"-nya adalah Luhut Binsar Pandjaitan beserta tim di belakang dan kaum oportunis tentunya. Rintangan dan penentangan yang cukup dahsyat akhirnya mengkandaskan skenario inkonstitusional itu.


Dengan tingkat percaya diri yang tinggi, di mana tentunya bersumber dari orang lingkaran dalam dan 'setengah' dalam pula, gaung memperpanjang masa jabatan pun menghembus ke sana sini dengan hasil sama. Ditolak mentah-mentah. PDIP termasuk yang lantang menolak kedua wacana itu. Karena merusak demokrasi dan inkonstitusional.

Secara skor jelas Jokowi kalah kosong-dua. Tentu saja nuansa kharisma kepemimpinan Jokowi dapat anjlok secara moril. Bila tak segera dinetralisir, maka dunia ekonomi yang melibatkan investor serta stakeholder pendukung lambat laun akan 'mendingin' dan bisa saja 'membeku' sebelum periode kekuasaannya resmi berakhir.

Maka tidaklah heran kekalahan itu membawa berbagai luka batin Jokowi. Kegeraman perasaan seorang Jokowi mungkin saja berimbas ke lingkungan keluarganya.

Belum lagi munculnya Anies Baswedan menjadi bacapres yang diusung Partai Nasdem seperti 'petir di siang bolong. Karena sang Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sejatinya adalah 'hopeng' Jokowi selama satu tiga perempat periodenya. Secara moril skor tiga-nol.

Tentu saja Jokowi dan lingkarannya tak ingin keadaan jenis ini berlanjut yang dapat berimbas semakin melandainya kewibawaan sebagai pemimpin.

Hingga akhirnya PDIP mengumumkan secara resmi petugas partai bernama Ganjar Pranowo ditugaskan sebagai capres oleh PDIP.

Namun keyakinan dan harapan Jokowi dapat 'menguasai' Ganjar semakin tampak suram seiring sikap Ganjar sendiri dan juga bagaimana PDIP melakukan 'pemagaran' super ketat terhadap sang capres. Sehingga tak memungkinkan Ganjar leluasa meneruskan hubungan mesranya dengan Jokowi. Disini skor jelas menjadi empat-nol.

Dan ketika bak 'pucuk di cinta ulam pun tiba', demikian peribahasa yang mungkin pas menggambarkan bagaimana Jokowi di tengah kritisnya menemukan formula 'melawan tanpa berucap' bernama Mahkamah Konstitusi.

Meskipun kena 'semprit' toh hasil akhirnya tetap sama, sang putera (yang dalam istilah kerajaan 'sang pangeran') tetap melenggang disandingkan dengan capres Prabowo Subianto lewat sebuah super lobi tingkat dewa yang bagi sementara pihak sulit dicerna.

Dengan formasi dukungan enam partai lewat cawe-cawenya maka Jokowi telah menunjukan kegemilangannya dalam menggunakan instrumen kekuasaan secara sah meskipun belum tentu memuat kebenaran atas tujuan konstitusi negara republik ini.

Tetapi yang jelas saat ini skor menjadi berimbang empat-empat dan siapakah yang akan mendapatkan angka lima, kita tunggu hasil Pilpres AGP 2024 yaitu antara Anies-Ganjar-Prabowo.

Apakah sang pangeran akan menjadi salah satu bagian suksesi kepemimpinan masa depan bangsa dan negeri ini lewat bapak asuhnya bila terpilih sebagai Presiden ke delapan ? Menarik dan unik sekali Pilpres berbenih dendam di hati ini, namun senantiasa dibantah lewat narasi "ah ini dinamika politik bung".

Penulis adalah pemerhati sosial politik



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya