Berita

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto/Ist

Politik

PDIP Harusnya Tegur Jokowi saat Bilang Ikut Cawe-cawe Pilpres 2024

MINGGU, 12 NOVEMBER 2023 | 08:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

PDI Perjuangan seharusnya langsung menegur Presiden Joko Widodo ketika menyatakan cawe-cawe dalam kontestasi Pilpres 2024, sebelum pada akhirnya merugikan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu, seperti saat ini.

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto mengatakan, hubungan panas-dingin Jokowi dan PDIP khususnya dengan ketua umum PDIP sebenarnya sudah lama terjadi.

"Sepertinya sejak isu tiga periode atau wacana perpanjangan masa jabatan presiden ramai disuarakan oleh beberapa gelintir menteri di kabinet Jokowi," kata Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/11).


Kekecewaan PDIP dengan Jokowi, kata Satyo, semakin menjadi ketika Jokowi merasa lebih menentukan capres-cawapres ketimbang PDIP. Pada akhirnya, Jokowi mengatakan terang-terangan akan cawe-cawe meskipun dengan alasan pengamanan program pemerintah.

"PDIP mestinya bisa langsung menegur kadernya kala itu saat ada presiden menyatakan secara terbuka akan cawe-cawe," terang Satyo.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) ini melihat, drama-drama selanjutnya semakin menguji akal sehat ketika Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan cawapres tidak cukup umur dan tidak matang secara kapasitas untuk menjadi kontestan Pilpres 2024.

"Jika bisa diprediksi dramatisasi politik oleh Jokowi ke depan akan tayang lagi dan mungkin saja Jokowi tertarik mengambil Partai Golkar karena sejalan dengan rencana bergabungnya cawapres Gibran dan adik iparnya yang saat ini Walikota Medan (Bobby Nasution)" pungkas Satyo.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya