Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

WFP: 100 Persen Penduduk Gaza Kekurangan Makanan

SABTU, 11 NOVEMBER 2023 | 16:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan dari Program Pangan Dunia (WFP) menyebut bahwa 100 persen penduduk Gaza saat ini kekurangan makanan akibat perang militer dan blokade Israel.

Direktur Keadaan Darurat WFP, Kyung-nan Park, mengatakan bahwa sebelum perang meletus pada 7 Oktober, 30 persen penduduk Gaza telah dinyatakan dalam kondisi rawan pangan.

Namun, setelah lebih dari sebulan konflik militer berlangsung, WFP dapat memastikan bahwa jumlahnya terus meningkat bahkan seluruhnya dinyatakan kesulitan mengakses makanan.


"Kami dapat mengatakan bahwa 100 persen penduduknya mengalami kerawanan pangan saat ini," ungkap Kyung-nan, seperti dimuat Arab News pada Sabtu (11/11).

Dia mengatakan WFP membutuhkan 112 juta dolar AS untuk dapat menjangkau 1,1 juta orang di Gaza dalam 90 hari ke depan.

“Mereka menghadapi risiko kekurangan gizi,” kata Kyung-nan.

Selain pendanaan, menurut penuturan Kyung-nan, WFP juga memerlukan akses reguler ke Gaza dan akses yang aman saat berada di dalam agar dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan.

Kyung-nan menceritakan bahwa anggota staf WFP di Gaza sendiri tidak punya cukup makanan.

 "WFP dulu bekerja sama dengan lebih dari 23 toko roti di wilayah padat penduduk, namun hanya satu yang masih berfungsi karena kekurangan bahan bakar dan pasokan, kata Kyung-nan.  

Sejak perbatasan Rafah dibuka pada 21 Oktober lalu, jumlah rata-rata harian truk yang menyeberang ke Gaza kurang dari 19 persen dibandingkan sebelum konflik.

Bantuan kemanusiaan itu baru diterima warga Gaza pekan ini, padahal krisis kemanusiaan akibat serangan rudal Israel telah terjadi sejak awal Oktober lalu.

Para pejabat PBB mengatakan pasokan yang masuk ke Gaza masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bantuan kemanusiaan dan penduduk di sana.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya