Berita

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dalam acara perayaan HUT ke-12 Partai Nasdem, di Ballroom Nasdem Tower Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11)/RMOL

Politik

Surya Paloh Ungkap Alasan Tidak Menceburkan Sang Putra di Pilpres 2024

SABTU, 11 NOVEMBER 2023 | 12:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh berbicara soal sikap politiknya yang tidak menceburkan sang putra, Prananda Paloh dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024, baik sebagai capres maupun cawapres.

Hal tersebut disampaikan Surya Paloh setelah ada salah seorang kader Nasdem dari Jawa Timur yang melemparkan pertanyaan usai pidato Ketua Umum dalam perayaan HUT ke-12 Partai Nasdem di Ballroom Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11).

"Pertanyaannya, pertama dari Jawa Timur. Kenapa Pak Surya tidak mengizinkan anaknya sebagai wakil presiden? Tolong dijawab sebagai ayah, bukan sebagai ketua umum," begitu pertanyaan salah seorang kader dari Jatim yang dibacakan pembawa acara.


Mendengar pertanyaan tersebut, Surya Paloh langsung terkekeh. "Pertanyaannya ngeri-ngeri sedap. Harusnya ini pertanyaan bukan untuk saya, tapi buat kita semuanya," kata Surya Paloh.

Surya Paloh lantas menyampaikan tiga alasan tidak memajukan Prananda Paloh sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan dan lebih memilih Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

"Jadi pertama, saya coba lihat anak saya, lihat baik-baik, ini cocok atau enggak menjadi cawapres? Yang kedua, tentu saya berpikir dalam hati saya, pantas enggak dia menjadi calon cawapres, walaupun saya punya kesempatan untuk mencalonkan dia. Tapi saya pikir, pantas enggak?" urai Surya Paloh.

"Ketiga saya berharap, ada suatu proses yang akan dan harus dia lakukan, hingga mengakibatkan dia jauh lebih matang mengalami proses jatuh bangun, membuat dirinya akan tegar, kuat, bagaikan anak elang yang bisa terbang hebat ke atas," sambung Surya Paloh disambut tepuk tangan para kader.

Lebih lanjut, Surya Paloh mengungkapkan salah satu petuah orang tua yang dijadikan alasan kuat tidak memajukan Prananda Paloh sebagai cawapres.

"Orang tua dulu mengatakan, kalau bisa dia harus matang pohon dulu, bukan hasil peraman. Nah, ini yang saya harapkan. Jadi mungkin kalau anak saya berani bertanya pada saya, saya pasti akan mengatakan, 'tunggu dulu, akan tiba saatnya'," tutup Surya Paloh.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya