Berita

Ilustrasi/Net

Global

Deportasi Massal Perburuk Hubungan Diplomatik Pakistan dan Afghanistan

SABTU, 11 NOVEMBER 2023 | 10:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Langkah Pakistan untuk mendeportasi ribuan migran ilegal telah mempertaruhkan hubungan diplomatiknya dengan Afghanistan.

Sejumlah pemimpin Taliban mulai dari Perdana Menteri Sementara, Menteri Pertahanan, hingga Menteri Dalam Negeri mengecam pengusiran Pakistan.

Meski Pakistan berulang kali menjelaskan bahwa pemulangan hanya dilakukan terhadap para pengungsi ilegal tanpa dokumen, tetapi Taliban tetap menuduh negara itu melakukan tindakan pelanggaran terhadap para pengungsi.


Pakistan bahkan diduga sengaja menjadikan pengungsi sebagai alat untuk menekan pemerintah Taliban Afghanistan dan kelompok militer terlarang Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Sirajuddin Haqqani, mendesak Pakistan untuk tidak melampiaskan masalahnya dengan Taliban kepada para pengungsi.

"Meminta Pakistan untuk tidak menghukum pengungsi Afghanistan jika memiliki masalah dengan pemerintahan Kabul," tegasnya dalam sebuah pesan video, seperti dikutip dari The Express Tribune pada Sabtu (11/11).

Sementara itu, Menteri Pertahanan Taliban Mullah Yaqub memperingatkan bahwa keputusan deportasi Pakistan akan berdampak buruk bagi negara itu sendiri.

Pejabat Pakistan membantah jika masalah deportasi berkaitan dengan kehadiran pemberontak TTP.

Kembali ditekankan bahwa negara itu memiliki tantangan perekonomian tersendiri sehingga tidak bisa menanggung beban migran ilegal asal Afghanistan.

"Kami juga mempunyai daftar masalahnya, namun kami selalu menyampaikannya melalui saluran diplomatik. Jika pemerintah Afghanistan mempunyai masalah, mereka harus berbicara kepada kami daripada membuat pernyataan publik,” tegas salah satu sumber pemerintah Pakistan.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya