Berita

Bakal Cawapres Koalisi Indonesia Maju, Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Lewati Berbagai Tahapan, Majunya Gibran Tak Bisa Disebut Politik Dinasti

MINGGU, 29 OKTOBER 2023 | 14:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Isu politik dinasti jelang Pemilu 2024 masih menjadi perhatian publik. Salah satunya terpilihnya Gibran Rakabuming Raka menjadi Calon Wakil Presiden dari Koalisi Indonesia Maju.

Diketahui, putra sulung Presiden Jokowi itu disandingkan dengan Capres Prabowo Subianto untuk maju sebagai pasangan Pilpres 2024.

Salah satu pihak yang merespon hal ini adalah PDI Perjuangan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut soal politik seharusnya bisa mengutamakan etika, moral dan tidak untuk kepentingan keluarga.


Meski tidak menyebut siapa pihak yang dikatakan, namun Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia (LPI), Muda Saleh menangkap pernyataan yang disampaikan Hasto ditujukan ke Gibran.

"Memang tidak menyebut siapa yang dikatakan Mas Hasto, tapi semua pihak paham kepada siapa pesan itu dituju. Tapikan kita juga harus jeli, bahwa ada sosok yang dipilih memang karena atas kebutuhan publik untuk sebuah perubahan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/10).

Muda menilai, bahwa terpilihnya Gibran Rakabuming Raka berdasarkan banyaknya pertimbangan dari sejumlah partai pengusung.

"Jadi bukan lantaran anak presiden terus dipilih. Kan masing-masing partai memiliki tim riset, mengakomodir keinginan akar rumput sehingga menjadi satu kesimpulan yang akhirnya menunjuk Mas Gibran untuk maju," jelas Muda.

Adapun, Muda menilai politik dinasti telah terjadi beratus ratus tahun, karena Indonesia merupakan sebuah negara yang dilatarbelakangi berbagai macam kerajaan pada zaman dahulu.

"Sejak zaman kerajaan dulu, politik dinasti memang sudah terlahir, namun saat ini konteksnya berbeda, karena bukan sang raja yang memilih, tapi pihak lain yang mendorong,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, ada juga pejabat publik yang tidak memiliki prestasi namun menjadi pimpinan dalam sebuah lembaga karena orang tuanya pimpinan partai, atau pejabat publik juga. Sambungnya, ada juga mantan presiden yang orang tuanya tokoh atau sebagainya.

“Tapi apa yang sudah dihasilkan, nol besar. Jadi memang jika ada kelompok-kelompok yang ‘Pede-nya tinggi tapi IP (Indeks Prestasi-red) nya rendah’ dalam berfikir jangan menunjukkan seolah-olah merupakan kelompok terbaik," tegas Muda.

Dia menambahkan bahwa saat ini posisi Gibran sangat sulit jika disebut menggunakan politik dinasti.

"Selama melalui proses penyaringan, proses pemilihan, dan tahapan-tahapan yang menjadi landasan konstitusi, meski orang tuanya pejabat negara sekalipun, kemudian berpihak kepada rakyat, saya pikir adalah hal yang sah-sah saja,” tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya