Berita

Direktorat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas sepakat menjalin kerja sama dengan Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)/Net

Bisnis

Hasilkan Kebijakan Sesuai Kondisi Lapangan, Bapanas Gandeng BRIN

SABTU, 28 OKTOBER 2023 | 10:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kajian dan riset berbasis data lapangan sangat diperlukan untuk menghasilkan kebijakan yang berkelanjutan demi menjaga stabilisasi dan harga pangan.

Menyadari hal itu, Direktorat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional sepakat menjalin kerja sama dengan Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Badan Pangan Nasional memiliki wewenang dalam penentuan kebijakan harga, perlu evaluasi rutin untuk sinkronisasi dengan kondisi aktual di lapangan," kata Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas saat menandatangani perjanjian kerja sama di Bogor, Jumat (27/10).


"Kami perlu analisis data komprehensif sehingga kerja sama dengan BRIN menjadi satu hal yang penting," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan agar dalam pengelolaan pangan, betul-betul dihitung secara rinci.

"Yang berkaitan dengan beras betul-betul hitung-hitungannya, itu betul-betul hitung-hitungan lapangan. Jangan sampai perhitungan kita keliru," kata Jokowi.

Perjanjian kerja sama terbaru antara Bapanas dan BRIN meliputi kegiatan pertukaran data dan informasi, kajian, monitoring dan evaluasi lapangan, seminar dan workshop, serta publikasi terkait kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Pelaksanaan kegiatan Monev lapangan dilakukan untuk mendapatkan data aktual dari petani, usaha penggilingan padi, dan Perum Bulog di wilayah sentra produksi. Hasil kajian akan menjadi salah satu acuan dalam penyesuaian kebijakan harga yang ditetapkan oleh NFA, terutama terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas gabah dan beras.

Hadir dalam penandatanganan Jumat, Kepala Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler Umi Karomah Yaumidin.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya